Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Jakarta, NU Online
Sebagian umat muslim Jakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa pagi.
<>
Warga yang kebanyakan mengenakan pakaian putih dan sebagian mengenakan jaket hitam bertulisan "Majelis Rasulullah" pada bagian belakang menghadiri acara yang berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 WIB tersebut.

Lapangan Monas dipadati warga yang menghadiri acara yang juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebagian bus dan mobil warga yang mengikuti acara tersebut diparkir di Jalan Merdeka Selatan.

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri ribuan orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi itu diisi dengan dzikir dan tausyiah oleh Habib Ahmad bin Jindan.

Usai acara sebagian peserta melakukan konvoi menggunakan motor meninggalkan kawasan Monas dan sebagian lainnya berjalan kaki keluar dari area Monas ke kawasan Merdeka Barat dan Merdeka Timur, membuat para pengendara yang melewati jalanan itu memelankan laju kendaraan mereka.

Namun hal itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aparat kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan pemimpin transformatif yang mampu mengubah masyarakat dari jaman kegelapan menuju era baru yang penuh iman.

"Kita berterimakasih pada Muhamad karena beliau telah mengajarkan Islam, membimbing kita, telah memimpin perubahan masa besar, yang sering kita sebut transformasi, dari jaman kegelapan ke jaman penuh cahaya iman," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pribadi Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi paripurna yang harus menjadi teladan pemimpin. Nabi merupakan seorang pekerja keras, selalu menuntut ilmu, dan menjadi pengayom bagi masyarakatnya. 

"Beliau mengayomi semua, membangun toleransi, menjaga ukhuwah dan kerukunan bagi semua yang dipimpin. Ini cocok dikaitkan dengan Indonesia, umat Islam terbesar di dunia tetapi negara kita bangsa yang majemuk," kata Presiden. 

Presiden menambahkan, sifat-sifat kepemimpinan Nabi yang bekerja keras dan pantang untuk menyerah juga harus menjadi contoh bagi bangsa Indonesia untuk terus membangun dan tidak berputus asa. Menurut dia, tidak ada jalan pintas dalam menggapai cita-cita mulia. 

Presiden dalam kesempatan itu juga berpesan, mendekati pemilu 2014, agar semua komponen bangsa menjaga keamanan dan ketertiban serta terus meningkatkan kerukunan. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×