Kiai Sahal Dibesarkan dalam Tradisi Bahtsul Masail
NU Online · Senin, 10 Februari 2014 | 10:04 WIB
Yogyakarta, NU Online
Ketua PBNU Imam Aziz mengatakan, KH MA Sahal Mahfudh dibesarkan dalam tradisi bahtsul masail. Sejak 1960-an, Kiai Sahal ketika menjadi pengurus MWCNU Margoyoso bersama para kiai di Kajen menginisiasi kegiatan rutin bulanan bahtsul masail.
<>
"Kegiatan bahtsul masail ini hadir karena permasalahan sosial di tengah masyarakat begitu banyak sehingga membutuhkan jawaban secara syariat," kata Imam Aziz pada acara kajian rutin kitab Aswaja di aula Gedung PWNU DI Yogyakarta, Ahad (9/2).
Bahtsul masail itu tidak dilakukan di kantor MWCNU karena saat itu MWCNU Margoyoso belum memiliki kantor sendiri. Kegiatan itu dilakukan di rumah warga secara bergantian. Justru dengan seperti ini, lanjut Imam Aziz, hubungan sosial antara para kiai dan masyarakat sangat harmonis.
"Problem yang penting, tidak bisa dipecahkan para kiai yang waktu itu referensinya hanya kitab kuning. Sementara Kiai Sahal saat itu bersikeras, tidak boleh ada masalah yang mauquf, namun harus jelas hukumnya, halal, haram, sunah, mubahnya," cerita Imam Aziz.
Bagi Kiai Sahal, haram bagi kiai memutuskan persoalan secara mauquf, tegas Imam Aziz yang juga santri Kiai Sahal.
Berangkat dari tradisi bahtsul masail ini, Kiai Sahal akhirnya gelisah dan menghasilkan karya besar berupa fiqh sosial. Semasa di PBNU, Kiai Sahal juga mendorong agar para kiai aktif dalam melaksanakan tradisi bahtsul masail, tandas Imam Aziz. (Muyas/Alhafiz K)
Terpopuler
1
PMII Jakarta Timur Tuntut Keadilan Usai Kadernya Tertembak Peluru Karet hingga Tembus Dada
2
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
3
PBNU Bersama 15 Ormas Islam Serukan Masyarakat Tenang dan Menahan Diri di Tengah Memanasnya Situasi
4
Massa Aksi Jarah Markas Gegana dan Bakar Halte Senen yang Tak Jauh dari Mako Brimob Kwitang
5
Khutbah Jumat: Kritik Santun, Cermin Cinta Tanah Air dalam Islam
6
Demo Agustus 2025: Alarm Keras Suara Rakyat
Terkini
Lihat Semua