Gus Yusuf, tentang Gus Dur dan Nelson Mandela
NU Online · Selasa, 7 Januari 2014 | 15:08 WIB
Kudus, NU Online
KH AbdurrahmanWahid (Gus Dur) dan presiden Afrika selatan Nelson Mandela adalah dua tokoh bangsa yang dikagumi dan diteladani banyak orang. Keduanya sama-sama memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) dan anti diskriminasi.<>
“Gus Dur dan Nelson Mandela ini pejuang HAM yang selalu dirindukan semua masyarakat sepanjang masa. Perjuangan dan gagasannya akan selalu menjadi teladan bagi pecinta dan pengagumnya,” kata Pengasuh Pesantren API Magelang KH Yusuf Chudhori dalam peringatan Haul keempat Gus Dur dan 40hari wafatnya Nelson Mandela di RM Bambu Wulung Kudus, Selasa (31/12) lalu.
Kiai muda yang sering disapa Gus Yusuf ini mengatakan, Gus Dur dan Nelson mempunyai kesamaan dalam perjuangan tetapi keduanya ada perbedaan di kala wafatnya. Nelson Mandela meninggal ketika masih jaya menjadi presiden, sementara wafatnya Gus Dur dalam kondisi sakit dan sudah tidak menjadi presiden.
“Melihat kondisi demikian menurut teman saya pak Darmono, Gus Dur itu disebut sebagai resi karena meninggalnya didahului dengan loro lopo (sakit),” tutur Gus Yusuf.
Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh yang turut memberikan orasi mengutarakan sejarah Nelson Mandela sangat terpengaruh dengan seorang sufi dan ulama besar yang lahir di Indonesia Syekh Yusuf Al Makassari.
“Dalam History Afroch, pemikiran-pemikiran Nelson Mandela dipengaruhi oleh Syech Yusuf . Syekh Yusuf ini orang pertama kali yang mengajarkan Al-Qur’an di Afrika Selatan,” tuturnya.
Penulis pengantar buku Islam Kosmopolitan karya Gus Dur ini, menuturkan Nelson Mandela pernah menyatakan bahwa Syekh Yusuf adalah putra terbaik afrika selatan dan menjadi panutan.
“Ini sebagai bukti, dulu ulama-ulama kita sudah mendunia sebelum era global seperti halnya Gus Dur yang sudah diakui oleh dunia,” tandasnya. (Qomarul Adib/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
6
Mabes TNI Minta Masukan PBNU soal Rencana Pemindahan Makam Pahlawan Nasional ke Daerah Asal
Terkini
Lihat Semua