Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Empat Syarat Organisasi NU Dapat Berjalan Baik

Empat Syarat Organisasi NU Dapat Berjalan Baik
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di ajang Munas Konbes NU, Ahad (26/9/2021). (Foto: NU Online/Suwitno)
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di ajang Munas Konbes NU, Ahad (26/9/2021). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa jika memenuhi empat syarat, organisasi NU dapat berjalan dengan baik. Pertama, NU harus proporsional dan profesional. Dalam hal ini, ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 36: "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya".

 

"Jangan mengikutsertakan orang yang tidak profesional. Di budaya kita masih ada budaya ewuh pekewuh," katanya saat Pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2021 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Ahad (26/9/2021).

 

Putra tokoh, pendukung, atau penyumbang terbesar dijadikan pengurus. Padahal, mereka belum diketahui kredibilitasnya dan keahliannya.

 

Kedua, terbuka dan transparan. Artinya, tidak boleh ada hal yang ditutup-tutupi dalam menjalankan organisasi, terutama di bidang pendanaan. Ia menegaskan bahwa keuangan PBNU diaudit oleh auditor eksternal dan dapat dilihat dan dipertanggungjawabkan masuk keluarnya uang.

 

"Ini kalau kita mau meningkatkan kualitas organisasi kita. Memang berat dan pahit," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsekuensi keterbukaan adalah membangun kerja sama dengan semua pihak. Apalagi NU memiliki kekuatan jamaah yang melimpah. Jika hal tersebut dapat dikoordinasi dengan baik dapat menghimpun kekuatan yang luar biasa.

 

Oleh karena itu, Kiai Said menegaskan agar perlu membuka kerja sama tidak hanya dengan internal NU, tetapi juga dengan pihak-pihak eksternal. "Bukan hanya dengan internal NU, tetapi juga dengan non Muslim. Bekerja samalah bangun tim working. Kerja sama yang penting untuk kebaikan," katanya.

 

Hal lain yang menjadi syarat kemajuan organisasi NU adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya pada lima tahunan saja dalam forum konferensi ataupun muktamar, tetapi pada hal-hal selepas agenda tersebut.

 

Melihat pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021, Kiai Said mengaku sangat bangga dan bersyukur. Pasalnya, kegiatan yang singkat ini dapat menghasilkan keputusan yang sangat luar biasa. "Ini menunjukkan kita semua setiap saat, setiap waktu siap untuk bermusyawarah, berdiskusi, menanggapi masalah dengan cepat dan tepat," pungkasnya.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya