Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Angka Covid-19 Menurun, Jubir Vaksinasi Kemenkes: Tidak Boleh Lengah

Angka Covid-19 Menurun, Jubir Vaksinasi Kemenkes: Tidak Boleh Lengah
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Istimewa)
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online 
Angka positif Covid-19 di Indonesia kian melandai diiringi peningkatan angka kesembuhan yang mencapai hampir 95 persen, menurut data dari Satgas Covid-19. 


Merespons kabar baik itu, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lengah saat kasus Covid-19 menurun. Sebab, hal tersebut hanyalah kebebasan semu. Untuk itu, prokes dan percepatan vaksinasi tetap harus dilakukan.  


“Kita tidak boleh lengah, kalau kemudian kasus turun masyarakat jangan tenang, kebablasan, rasanya merdeka gitu dari Covid-19. Padahal kemerdekaan yang semu. Akibatnya, mobilitas masih meningkat. Parahnya diikuti dengan prokes yang lengah,” pesannya pada Diskusi Interaktif secara virtual di TVNU, Kamis (23/9/2021) malam. 


Hal itu ia sampaikan lantaran Covid-19 di dunia semakin hari terus berkembang dengan adanya varian baru, seperti Delta dan yang terbaru muncul. Kemunculan varian baru diwaspadai agar tak muncul gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air. 


“Setidaknya ada dua hal untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19, yaitu peningkatan protokol kesehatan (prokes) dan deteksi dini,” kata Siti Nadia. 


Disebutkan, dua upaya tersebut merupakan kunci yang dapat membentengi agar tidak sampai tertular. “Karena 2 kunci itulah yang kemudian, kalau kita cepat prokes dapat menghalangi virus itu masuk ke tubuh kita,” ujarnya. 


Selain dua kunci di atas, ia menuturkan, penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, dan treatment) tetap terus dilakukan pemerintah dalam rangka menurunkan angka kasus covid-19 di Indonesia.


“3 M dan 3T menjadi penting karena kasus kalau sudah reda justru harus dicari supaya dia cepat dipisahkan dari orang yang sehat. Selain itu, mengejar vaksinasi pada saat laju sedang turun ini merupakan hal yang harus kita lakukan,” tandasnya.


Kemudian, Siti Nadia juga menjelaskan pentingnya deteksi dini. Jika gejala-gejala Covid-19 dideteksi sedini mungkin, maka akan cepat pula penanganannya. Ia mencontohkan ketika seseorang merasa terindikasi gejala-gejala Covid-19 dan langsung melakukan penanganan, maka akan menimalisir risiko penyakit berat.


“Maka mengapa kemudian deteksi dini menjadi hal penting untuk mencegah kita jatuh ke dalam kondisi yang berat untuk diri kita. Tapi kalau untuk orang lain di sekitar kita adalah kita tidak jadi sumber penularan,” jelasnya.


Deteksi dini juga dilakukan pemerintah dengan pengunaan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga, kata dia, dengan begitu bisa melokalisir orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19 agar tidak menyebarkan ke orang lain.


“Makanya aplikasi PeduliLindungi merupakan upaya kita, selain mencoba untuk meningkatkan perubahan perilaku terutama untuk prokes, tetapi juga kita bisa melihat orang-orang yang seharusnya tidak berada di tempat-tempat publik dan berisiko menularkan kepada orang lain,” kata dia.


“Ini bisa dicegah dengan kita mendeteksi mereka, sebagai masyarakat atau warga yang tentunya tidak boleh berada dalam tempat publik,” imbuh Siti Nadia.  


Kontributor: Syifa Arrahmah 
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya