Saudi Luncurkan Proyek Wisata Pantai, Bagaimana soal Bikini?
NU Online · Sabtu, 5 Agustus 2017 | 08:30 WIB
Kerajaan Arab Saudi telah resmi meluncurkan proyek kawasan pantai Laut Merah sebagai bagian dari program Visi 2030 negara setempat. Kawasan tersebut direncanakan bakal menjadi destinasi wisata internasional.
Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi Awad bin Saleh Al-Awad mengatakan, proyek Laut Merah adalah investasi yang efektif berbasis keuntungan dari kekayaan yang terdiversifikasi milik negara tersebut, agar dianfaatkan untuk kepentingan negara dan warga, demikian diberitakan kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (1/8).
Dia menjelaskan, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz sudah mengumumkan peluncuran proyek ini sebagai tujuan wisata internasional. Pengumuman ini muncul sebagai konfirmasi atas keberhasilan produk Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, proyek ini merupakan tambahan yang bagus bagi proyek-proyek pembangunan dan kemabngkitan kembali di negaranya.
“Kami menyampaikan selamat kepada tanah air atas proyek nasional yang ambisius ini, yang ditambahkan ke dalam serangkaian rencana dan inisiatif efektif yang terus berlanjut di lapangan dari hari ke hari,” katanya.
Soal Bikini
Sejumlah media asing merespon kabar peluncuran proyek kawasan wisata tersebut sebagai transformasi sikap Arab Saudi dari norma yang selama ini ia pegang. Situs thetimes.co.uk, misalnya, menyebut Arab Saudi sedang menabrak tradisi keagamaannya yang ketat lantaran membuka kawasan pantai di Laut Merah, tempat para wanita asing berjemur mengenakan bikini di dekat para pria.
CNN Travel mengatakan, proyek Laut Merah akan membuka potensi kawasan sepanjang 125 mil dari garis pantai dan 50 pulau berlapis karang dengan pembangunan hotel dan perumahan mewah di zona wisata yang ditunjuk. Tahap pertama proyek direncanakan rampung pada 2022, dengan target pengunjung sekitar satu juta per tahun pada tahun 2035.
Media tersebut juga menyimpulkan dibolehkannya wanita berjemur dan berenang dengan bikini karena belum keluar larangan dari pihak kerajaan tentang hal ini.
Hingga berita ini ditulis, NU Online belum menemukan pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi soal peraturan bikini jika proyek itu berjalan kelak. Situs kantor berita Arab Saudi sendiri hanya menyampaikan informasi tentang peluncuran dan prospek ekonomi dari proyek ambisius tersebut yang menjadi alternatif sumber ekonomi lain di luar pendapatan minyak. (Red: Mahbib)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
PMII Jakarta Timur Tuntut Keadilan Usai Kadernya Tertembak Peluru Karet hingga Tembus Dada
6
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
Terkini
Lihat Semua