Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Pagi Temani Anak Belajar, Sore Jadi Nakes

Pagi Temani Anak Belajar, Sore Jadi Nakes
Siti Nurrohmah (memakai APD) memeriksa kesehatan warga ke rumah-rumah. (Foto: dok istimewa)
Siti Nurrohmah (memakai APD) memeriksa kesehatan warga ke rumah-rumah. (Foto: dok istimewa)

Banyumas, NU Online

Perempuan itu mendatangi rumah warga dari rumah ke rumah, mendatangi warga satu persatu. Ia memakai seragam alat pelindung diri (APD) lengkap dan membawa alat-alat kesehatan: tensimeter, oxymeter, thermometer. Dengan alat-alat itu, ia lalu memeriksa kesehatan warga yang ia temui, memeriksa tensi darah, saturasi oksigen dan mengukur suhu tubuh layaknya seorang petugas medis profesional.

 

Perempuan itu bernama Siti Nurrohmah (42), seorang kader Fatayat NU Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kesehariannya, Nurrohmah adalah seorang ibu-ibu rumah tangga biasa, bukan dokter atau bidan Puskesmas. Kedatangannya ke rumah-rumah warga lengkap dengan APD dan membawa peralatan medis, adalah dalam melaksanakan tugas menjadi relawan tenaga kesehatan (nakes) dadakan di desanya. 

 

Bersama 16 perempuan lainnya, Siti Nurrohmah tergabung dalam Relawan Aman Covid-19 Desa Karangnangka yang bertugas untuk memantau kesehatan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Latar belakangnya aktif di Fatayat NU dan Dasa Wisma, menjadikannya sebagai relawan lebih leluasa dalam melakukan tugas.

 

"Yang sangat penting dan mendesak saat ini adalah memantau warga isoman. Supaya, mereka tetap terlayani secara medis meski isolasi mandiri di rumah," kata Siti Nurrohmah kepada NU Online, beberapa hari yang lalu.

 

Siti Nurohmah saat ini tercatat sebagai pengurus bidang dakwah Fatayat NU Anak Cabang Karanglewas. Sedangkan di desanya ia menjadi pembina Fatayat NU Ranting Karangnangka.

 

Libatkan masyarakat

Desa Karangnangka terbilang menjadi desa yang sangat kreatif dan inovatif dalam melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19. Tidak ada protal atau penyekatan wilayah. Program Jogo Tonggo dan Jiwong juga yang di cetuskan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten semua dilakukan dengan sentuhan kearifan lokal dengan melibatkan masyarakat. 

 

Semua dilakukan dengan sentuhan kemanusiaan dan pendekatan kekeluargaan. Tidak menimbulkan kegaduhan dan memunculkan ketakutan. Warga yang didatangi juga merasa nyaman dan aman karena selain diperiksa kesehatannya juga mendapat bantuan paket sembako. 

 

Sebagaimana warga kebanyakan, Siti Nurohmah awalnya sempat merasa takut karena harus bersentuhan langsung dengan warga yang positif terpapar virus Covid-19. Tapi, berbekal ilmu dari pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas setempat, ia memberanikan diri untuk ikut berperan dalam tugas kemanusiaan. 

 

"Awalnya takut, iya. Tapi berbekal ilmu dasar-dasar untuk penanganan pasien dari petugas kesehatan Puskesmas. Bismillah kami lakukan sesuai petunjuk dan prosedur yang diajarkan," katanya.

 

Tergerak karena pandemi

Siti Nurohman mengaku tergerak hatinya untuk menjadi nakes dadakan karena melihat situasi pandemi Covid-19 yang terus meningkat, sedangkan rumah sakit dan tenaga kesehatan semakin klopas. Ia juga semakin yakin untuk menjadi nekaes dadakan karena dalam tugasnya menggunakan APD lengkap yang sesuai dengan standar petugas kesehatan. 

 

Keluarganya juga memberikan dukungan penuh kepadanya untuk melakukan tugas kemanusiaan ini. Asalkan tidak mengganggu aktivitasya sebagai ibu rumah tangga yang harus memasak dan  menemani anaknya belajar daring di pagi hari.   

 

"Pagi saya menemani anak belajar daring, sorenya mengunjungi warga yang sedang isoman," katanya.

 

Siti Nurohman dan teman-temanya melakukan pemantauan warga yang sedang isoman secara berkala, sesuai jadwal di wilayah RT masing-masing, nakes dadakan itu akan berkunjung pada hari ketiga, ketujuh, kesepuluh, dan ke-13 masa isoman.  

 

Hasil dari pemeriksaan pada kunjungan nakes dadakan itu kemudian dilaporkan kepada bidan desa, dan selanjutnya bidan desa akan menganalisis dan menindaklanjuti laporan apabila ada pasien yang memerlukan penanganan labih lanjut.


Kontributor: Kifayatul Akhyar
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya