Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

NU Jateng: NU Gelar Screening Guru di Sekolah Ma'arif

NU Jateng: NU Gelar Screening Guru di Sekolah Ma'arif
Sarasehan Hari Santri MWCNU Margasari Kab. Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Basori)
Sarasehan Hari Santri MWCNU Margasari Kab. Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Basori)
Tegal,  NU Online
Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Hudallah Ridwan Naim menegaskan, NU mulai melakukan screening kepada guru-guru di lingkungan sekolah Ma'arif NU, mulai dari tingkat PAUD, RA Muslimat sampai dengan SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. 
 
Hal itu ditegaskan Gus Huda saat menjadi narasumber pada saresehan menyambut Hari Santri tahun 2019 yang digelar Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MMWCNU) Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Senin (14/10) di Gedung UPTD Dikbud Kecamatan Margasari.
 
Menurutnya, hal itu dilakukan agar jangan sampai guru di sekolah Ma'arif ada orang di luar NU. "Apalagi ada orang HTI, lebih baik kita memberdayakan sarjana NU," tandasnya.
 
Dijelaskan, dalam perjalanan kurikulum di zaman orde baru (Orba), bahkan resolusi jihad tidak tercantum peristiwa akbar yang merupakan tonggak bersejarah Kemerdekaan Indonesia. "Jadi Kekuasaan ini bisa berpengaruh besar terhadap jamiyah ini," imbuhnya
.
Selain dari PWNU Jateng, saresehan juga menghadirkan Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal H Nurcholis Sobari. Dalam kesempatan itu, H Nurkholis mengatakan, Kabupaten Tegal dikatakan sebagai basis hijau, sehingga menjadi incaran kelompok lain untuk mengacak-acak NU. 
 
"Bahkan di Tegal kantor FPI daerah Bumijawa akan mengadakan Musda di Kabupaten Tegal. Oleh karena itu, bagaimana kita menguatkan jamiyah ini jangan hanya berpangku kaki menganggap kita sudah besar," ucapnya.
 
Camat Margasari Bambang Suliarso mengingatkan, negara saat ini sedang terkoyak. Oleh karena itu jangan melakukan ujaran kebencian di media sosial (medsos). Apalagi dilakukan oleh istri atau suami dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
 
"Contohnya peristiwa beberapa waktu yang lalu, ketika Menkopolhukam ditusuk. Bukannya simpatik, tapi justru mengatakan kalau itu setingan," ujarnya mencontohkan.
 
Rais Syuriyah MWCNU Margasari KH Nawawi Azhari menambahkan, saat ini banyak berkembang faham radikal yang hendak mengganti dasar negara Pancasila dengan paham lain. 
 
"Untuk itu mari kita perkuat wawasan kebangsaan untuk meneguhkan komitmen terhadap NKRI," pesannya
.
Ketua MWCNU Margasari Satiyo kepada NU Online, Selasa (15/10) menuturkan, peringatan HSN tahun 2019 di MWC NU Margasari dikemas dengan acara yang berbeda dari tahun yang lalu. 
 
"Tahun ini (2019), lebih pada penguatan materi dan ideologi NU berupa sarasehan Hari Santri untuk menyongsong satu Abad NU'. Kami sangat berterimakasih pada semua panitia dan seluruh warga NU yang telah bekerjasama mensukseskan kegiatan ini dengan baik," ungkapnya.
 
Panitia Hari Santri Akhmad Fauzi menambahkan, kegiatan sarasehan yang mengambil tema "Santri Kuat Rakyat Hebat, Santri Unggul Indonesia Makmur" diikuti oleh Pimpinan Lembaga Pendidikan, Pengurus MWC NU dan badan otonom, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Muspika setempat.
 
"Dari kegiatan ini diharapkan warga NU memiliki kekuatan, baik kuat secara ekonomi, nasionalisme, maupun ideologi untuk menjaga keutuhan NKRI," pungkasnya. 
 
Kontributor: Basori, Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya