Daerah

Meriahkan Hari Jadi Rembang, Puluhan Santri Lukis Keranjang Belanja

Ahad, 21 Juli 2019 | 03:00 WIB

Meriahkan Hari Jadi Rembang, Puluhan Santri Lukis Keranjang Belanja

Santri Rembang meriahkan lomba lukis keranjang

Rembang, NU Online
Puluhan santri di Kabupaten Rembang memadati seputar Jalan Kartini Rembang, Sabtu (20/7). Mereka berkumpul dalam rangka untuk berlomba melukis keranjang belanja dalam memeriahkan Rembang Kreatifest 2019. Perlombaan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB sampai selesai.
 
Rembang Kreatifest merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-278 Kabupaten Rembang Jawa Tengah yang jatuh pada tanggal 27 Juli 2019 mendatang. Ketika perlombaan tengah berlangsung, tangan-tangan santri yang dalam kesehariannya pegang pena untuk ngaji kitab kuning, ternyata para santri juga piawai dalam hal seni, salah satunya seni rupa.
 
Salah seorang peserta lomba melukis santri, bernama Ahmad Muktamam kepada  NU Online bertutur, dia merupakan di antara para santri yang dari Pesantren Roudlotut Tholibien, Leteh, Rembang yang hobi dalam seni melukis. 
 
Santri asuhan KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) memiliki bakat seni, seperti kiyainya yang juga sangat mahir dalam hal seni rupa dan sastra. Sejumlah karya lukisannya sangat terkenal di dalam maupun luar negeri.
 
Sejak masuk pondok pesantren empat tahun lalu, ia mulai mulai ada tertarik untuk mencoba bergelut dengan kanvas dan kuas. "Saya sudah empat tahun mondok, Abah Mus itu idola saya. Di pondok kami banyak yang hobi lukis. Saya hanya sekian di antaranya," ucap pria berambut sebahu yang memiliki senyum manis.
 
Namun kali ini menurut Tamam, para santri di tantang untuk melukis sebagus mungkin, dengan media keranjang belanja yang berbahan anyaman bambu. Sedangkan cat yang digunakan adalah cat kayu dan sejenisnya.
 
Selain bentuknya yang tidak rata, tekstur anyaman bambu memang sangat sulit dicat, apalagi dilukis. Sehingga, perlu strategi dan teknis khusus untuk hasil yang bagus. "Sangat sulit ya untuk hasil yang bagus, karena itu permukaan juga tidak rata. Dicat saja susah apalagi di lukis," katanya.
 
Saat ditanya mengenai apakah lukisan Tamam pernah diperlihatkan kepada sang kiyai, sambil tersenyum malu dia menjawab belum berani. Karena masih belajar. Meski demikian, kekagumannya kepada Gus Mus menjadi semangatnya untuk terus mencoba terus berkarya.
 
Lebih jauh dia bercerita, punya cita-cita menjadi seorang ahli agama yang memiliki bakat seni rupa seperti panutannya. Kalaupun tidak bisa juara, namun ia tetap senang, karena setiap perlombaan akan menambah jam terbang dan pengalaman melukis.
Pelukis lain, juga mengaku ada sedikit kesulitan. Namun segala upaya telah dimaksimalkan untuk menyajikan karya yang terbaik.
 
Panitia Rembang Kreatifest 2019 Ahsanuddin mengaku ada beberapa macam karya yang ditampilkan. Seperti UKM, seni rupa, dan kriya. Bahkan hasil dari lukisan yang tampil dalam ajang tersebut akan didonasikan untuk anak yatim dan piatu serta fakir miskin yang membutuhkan.
 
"Ini baru pertama digelar di Kabupaten Rembang. Sebagai bentuk pendidikan masyarakat lain agar dapat berkreasi untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai ekonomi," pungkasnya. (Ahmad Asmui/Muiz)