Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Menengok Geliat Kepengurusan Fatayat NU di Mimika Papua

Menengok Geliat Kepengurusan Fatayat NU di Mimika Papua
Kegiatan penguatan organisasi digelar PC Fatayat NU Mimika, Papua. (Foto: NU Online/ISt)
Kegiatan penguatan organisasi digelar PC Fatayat NU Mimika, Papua. (Foto: NU Online/ISt)

Mimika, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Mimika, Papua terus berbenah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dengan menggelar pelatihan penguatan organisasi yang dipusatkan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.


“Kami bersama pembina melakukan blusukan ke berbagai kelurahan dan kampung usai lebaran untuk membentuk Pimpinan Ranting Fatayat NU di berbagai kampung atau kelurahan," kata Plt Ketua Cabang Fatayat NU Mimika, Erni Susanti, Ahad (24/10/2021).


Dan buah dari kunjungan tersebut sudah ada 17 kepengurusan ranting yang terbentuk hingga Oktober ini. Kepada media ini, Ketua PCNU Mimika, Imam Mawardi mengapreasiasi ikhitiar yang dilakukan kepengurusan Fatayat NU.


“Kami merasa terharu atas terselenggaranya penguatan organisasi sebagai acara perdana di kantor yang sudah bisa digunakan walaupun belum selesai secara sempurna,” katanya kepada NU Online melalui telepon, Ahad.


Dirinya menyatakan bahwa keberadaan PCNU Mimika merupakan kantor bersama dan selalu mendukung kegiatan Fatayat NU. “Ini rumah kita bersama selalu terbuka untuk dipakai kegiatan lembaga maupun banom NU dan kegiatan kultural lainnya,” terangnya.


Sedangkan Wakil Rais PCNU Mimika, Ustadz Hasyim Asy’ari mengingatkan pentingnya mabadi' khaira ummah dalam membangun jiwa pengurus dan warga NU. Hal tersebut agar menjadi organisasi dan umat teladan.


“Sikap shiddiq atau jujur, terbuka, dan benar sangat penting dalam menjalankan roda organisasi,” terangnya.


Demikian pula sikap amanah, bisa dipercaya, setia dan tepat janji. Yang juga tidak kalah penting adalah adil dalam bertindak dalam arti obyektif, proporsional, dan taat asas. “Sikap adil ini memerlukan bebas kepentingan dan sentimen pribadi,” jelasnya.


Ustadz Hasyim Asyiari juga mengingatkan kepada pengurus untuk menjaga sikap ta’awun atau tolong-menolong dalam kebaikan atau gotong-royong yang dibangun lewat silaturahim yang rutin.


“Dan akhirnya semua sikap dan tindakan itu butuh istikamah yakni ajeg, rutin, berkesinambungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.


Paham AD/ART
Sedangkan Ustadz Sugiarso selaku Wakil Ketua PCNU Mimika mengingatkan pengurus untuk mengetahui dan memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


“Para pengurus harus mengerti struktur yang berlaku sejak dari kepengurusan tingkat cabang hingga paling bawah,” terangnya. Hal tersebut demi membedakan antara badan otonom ini dengan partai politik dan sejenisnya.


Pada kesempatan tersebut, dirinya mengingatkan pemilihan ketua, tim formatur dan musyawarah kerja harus berdasarkan aturan yang telah berlaku.


“Nanti pada saat Konfercab para peserta sudah tidak bingung lagi dan prosesnya bisa lancar, produktif, dan representatif,” urainya.


Dikemukakan pula bahwa ada empat elemen pokok dalam membangun organisasi yang unggul. Yakni staf, struktur, strategi, dan sistem.


“Di antara empat elemen ini, pengelolaan sumber data manusia atau staffing menduduki posisi paling krusial. Sebaik apapun strategi, sistem dan struktur organisasi jika dijalankan oleh orang yang tidak baik, tentu tidak bisa berkinerja sempurna,” pungkasnya.


Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×