Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Ketua Pergunu Jateng Beberkan Strategi Bangun Kultur Moderat di Sekolah

Ketua Pergunu Jateng Beberkan Strategi Bangun Kultur Moderat di Sekolah
Ini Strategi Membangun Kultur Moderat di Sekolah. (Foto: NU Online/Erik)
Ini Strategi Membangun Kultur Moderat di Sekolah. (Foto: NU Online/Erik)

Semarang, NU Online 
Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Jawa Tengah, HM Faojin mengatakan, dalam membangun kultur moderat di sekolah, perencanaan yang matang dan strategi pencapaiannya harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga pelaksanaannya menjadi lebih mudah dilakukan.


Menurutnya, keberhasilan sebuah program ditentukan salah satunya oleh perencanaan yang matang dan sekaligus pilihan-pilihan strategi yang diambil.


Hal itu disampaikan saat mengisi materi Peningkatan Kapasitas Moderasi Beragama Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA/SMK bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Santri Nusantara (P3SN) dengan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama RI di Hotel MG Setos, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/11/2021).


“Untuk membangun kultur moderat di sekolah, semua pihak harus memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Dukungan ini baru bisa terwujud jika ada kesamaan cara pandang mengenai kultur moderat,” ungkap Faojin.


Di samping itu membutuhkan strategi dan langkah-langkah pembentukan perilaku moderat yang matang di lingkungan sekolah, sehingga dapat berjalan dengan baik. Tanpa strategi yang matang semua tidak akan berjalan di lingkungan sekolah.


“Pembentukan strategi dan langkah-langkah pembentukan perilaku moderat di kalangan pimpinan sekolah. Kemudian berlanjut di kalangan para guru di sekolah,” ujar Faojin.


Setelahnya, imbuh dia, yang lebih penting lagi harus disiapkan strategi kultur moderat pada objeknya yaitu para peserta didik. Menurutnya, semua langkah yang sudah disiapkan di atas bakal sia-sia jika tidak memperhatikan objeknya yaitu para peserta didik.


“Merumuskan kegiatan intra dan kurikuler sebagai sarana pembentukan perilaku moderat di kalangan siswa. Selanjutnya, merumuskan strategi penguatan moderasi beragama, baik di dalam maupun di luar sekolah,” kata Faojin.


Lebih lanjut, Faojin juga menawarkan beberapa kegiatan yang dapat membangun kultur moderasi beragama di sekolah. Kegiatan yang dilakukan di lingkungan dapat dengan mudah membangun sikap gotong royong tanpa membedakan latar belakang, ras, budaya atau agama.


Menurutnya, jika rasa kebersamaan pada warga sekolah sudah terbangun, sudah dipastikan akan terhindar dari perilaku anarkis dan intoleran.


“Di sekolah kita bisa bangun kultur moderasi beragama melalui kegiatan upacara, kultum, shalat berjamaah, ekspresi melalui majalah dinding dan lainnya. Dari kegiatan itu dapat membangun kebersamaan sehingga tercipta persatuan,” ungkap Faojin.


Kegiatan lain yang bisa membangun kultur moderasi beragama, menurut Faojin bisa melakukan kunjungan lintas agama untuk bertukar pengalaman misalnya perkemahan. Kegiatan demikian, menurutnya, dapat mencegah dari tindakan intoleransi karena perbedaan yang ada pada diri peserta didik.


Kontributor: Erik Alga Lesmana
Editor: Syamsul Arifin 


Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya