Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Kejar Target 1.000 Anggota Banser, Ansor Kencong Jember Gelar Kembali Diklatsar

Kejar Target 1.000 Anggota Banser, Ansor Kencong Jember Gelar Kembali Diklatsar
Suasana penggemblengan fisik dalam Diklatsar GP Ansor Kencong, Jember. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Suasana penggemblengan fisik dalam Diklatsar GP Ansor Kencong, Jember. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Jember, NU Online
Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Kencong, Kabupaten Jember Jawa Timur angkatan ketiga berakhir Ahad (28/3) pagi. Pengukuhan menjadi puncak acara yang dipusatkan di  Balai Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu. Sebanyak 81 peserta dinyatakan lulus, dan dikukuhkan sebagai anggota Banser oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong, Agus Nur Yasin.


Menurut Sekretaris PC GP Ansor Kencong, Asnawan, pendaftar Diklatsar semula adalah 102 orang, namun setelah diseleksi tinggal 86 peserta. Dari jumlah tersebut sebanyak 5 orang gugur. Dua orang karena masih terlalu muda, yakni berusia 15 tahun dan 3 orang tidak mampu menyelesaikan pendidikan.


Diklatsar yang berlangsung sejak Jumat (26/3) itu, akhirnya ditutup dengan pengukuhan. Sebelum dikukuhkan, peserta harus menjalani program penutup, yakni caraka malam. Sesuai dengan namanya, caraka malam adalah pengambilan baret di tempat tertentu yang tersembunyi di kegelapan malam. Mereka berangkat pukul 00.30 dari Balai Desa Sarimulyo, dengan menempuh jarak sekitar 13 kilometer. Mereka baru tiba di tempat start sebelum azan Subuh berkumandang.


“Jadi memang tidak gampang untuk menjadi anggota Banser. Mereka digembleng sedemikian rupa baik fisik maupun mental,” ucap Asnawan kepada NU Online usai pengukuhan 81 anggota Banser tersebut.


Ia mengaku bangga karena semangat warga masih cukup tinggi untuk menjadi anggota Banser. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dua anak yang masih belia, yakni umur 15 tahun dan peserta tertua berumur di atas 45 tahun.


“Jadi yang tua dan yang muda, mereka masih punya semangat untuk menjadi anggota Banser,” ucapnya.


Hal tersebut, lanjut Asnawan, menunjukkan mereka sangat mencintai NU karena Banser adalah badan otonom organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari itu. Katanya, walaupun tidak digaji, tapi semangat mereka untuk membela NU dan mengawal ulama, cukup besar.


“Mereka ingin mendapatkan barakah dari NU dan para ulama,” jelasnya.


Pria asal Sumenep itu menambahkan, Diklatsar tersebut adalah untuk merealisasikan target 1.000 anggota Banser baru dalam dua tahun ke depan. Target tersebut, katanya, merupakan program dari PC GP Ansor Kencong yang ditujukan untuk menambah kekuatan guna memaksimalkan peran Ansor di tengah-tengah masyarakat.


“Semakin banyak anggota, kita semakin baik. Kami ingin berperan di banyak lini, baik keamanan maupun  mengawal Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah),” pungkasnya.


Sementara itu, salah seorang instruktur Diklatsar, Ridwan Hamid menegaskan bahwa selain memperluas wawasan dan penguatan spiritual, penggemblengan fisik bagi peserta juga dilakukan. Tujuannya agar alumni Diklatsar memiliki kekuatan lahir dan batin.


“Fisik penting dibina, karena tugas-tugas Banser juga berhubungan dengan hal-hal yang bersifat fisik (pengamanan),” jelasnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya