Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Jelang 1 Abad NU, PCNU Pekalongan Ajak Nahdliyin Bangkit Hadapi Tantangan

Jelang 1 Abad NU, PCNU Pekalongan Ajak Nahdliyin Bangkit Hadapi Tantangan
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (dua dari kiri) pimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi di Gedung Aswaja Kota Pekalongan (Foto: Dok PCNU Kota Pekalongan)
Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom (dua dari kiri) pimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi di Gedung Aswaja Kota Pekalongan (Foto: Dok PCNU Kota Pekalongan)

Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah H Muhtarom menegaskan, menjelang satu abad usia Nahdlatul Ulama (NU), warga Nahdliyin harus bangkit dan siap menghadapi berbagai tantangan yang ada.


"Zaman semakin berkembang dan tantangan semakin beragam. Oleh karena itu, kita warga NU harus bangkit dan siap menghadapi berbagai tantangan. Terutama kemajuan teknologi," ujarnya di hadapan ratusan peserta upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-75 RI yang dihelat di halaman Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Senin (17/8).


Dikatakannya, usia Nahdlatul Ulama sebentar lagi genap 1 abad. Tentu NU sebagai organisasi wadah para ulama Ahlussunnah wal Jamaah dengan segala romantika yang ada perjalanannya harus tetap dikawal.


"Kita tidak rela NU hanya sebagai obyek. Untuk itulah militansi pengurus di semua tingkatan dan warga NU harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekedar kata kata," tegasnya.


Muhtarom mengajak di momentum peringatan Kemerdekaan RI sebagai sarana introspeksi diri bahwa bertambahnya usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan NU harus diiringi dengan kedewasaan warganya dalam menghadapi tantangan zaman.


"Seiring bertambahnya usia NKRI harus dibarengi kedewasaan warga NU dalam berbuat, bertindak, dan bersikap dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar," ucapnya.


Menurut dia, hal itu bisa dilakukan dengan syarat bahwa indeks organisasi seperti ketaatan komando, basis data, dan lain-lain harus dinaikkan jika NU ingin memiliki peran yang lebih besar di tengah masyarakat.


"Tanpa hal itu, kita selamanya tidak bisa ambil peran apapun, kecuali sebagai pendorong mobil mogok," tandas H Muhtarom.


Sejarah NU, lanjut dia, lebih banyak sebagai inisiator dan penjaga kecuali dalam situasi tertentu. Di samping sebagai inisator dan konseptor, NU juga turun sebagai eksekutor, bahkan operator.


"Mari kita maju bersama untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat untuk keutuhan NKRI," pungkasnya.


Upacara peringatan detik-detik proklamasi diikuti oleh seluruh jajaran pengurus NU tingkat cabang, MWCNU, ranting, badan otonom di semua tingkatan, dan para pelajar NU se-Kota Pekalongan.


Di tempat lain, tak kalah meriahnya dilakukan kegiatan yang sama, yakni di Pesantren Al-Mubarok Medono, Pekalongan Barat asuhan KH Zakaria Ansor yang juga Rais PCNU Kota Pekalongan.


Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya