Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Ini Rahasia Sukses MWCNU Larangan Raih Akreditasi A

Ini Rahasia Sukses MWCNU Larangan Raih Akreditasi A
Pamekasan, NU Online
Puncak Harlah ke-95 NU di lapangan sepak bola Waru Pamekasan pada Sabtu (7/4) malam lalu, seakan menjadi milik MWCNU Larangan. Pasalnya, organisasi tersebut mendapat kado manis, yaitu memperoleh akreditasi A. 

Sertifikat akreditasi A diterima langsung oleh Ketua MWCNU Larangan, KH Juhedi yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Sampang tersebut tampak sumringah.

"Kami turut bersyukur atas akreditasi A yang diperoleh oleh MWCNU Larangan. Penghargaan ini sebagai bentuk dari kerja keras dan kekompakan yang dilakukan oleh seluruh pengurus MWCNU Larangan," urai Kiai Juhedi.

Kiai Juhedi tampak merendah, itu mengingat keberhasilan yang diraihnya tidak lepas dari banyaknya yang terlibat aktif sehingga organisasinya dapat penghargaan prestisius. Itu kerja tim. Jika hanya dirinya sendiri yang menggerakkan NU di Kecamatan Larangan, Kiai Juhedi mengaku tidak akan mampu.

"Jadi itu rahasianya, kekompakan dalam berkhidmat memajukan organisasi. Akreditasi ini sebagai tambahan penyemangat bagi kami dan segenap pengurus untuk terus mengabdi dan berjuang di bawah panji-panji NU," tambahnya.

KH Abdurrahman Abbas selaku Sekretaris PCNU Pamekasan menegaskan, akreditasi MWCNU se-Kabupaten Pamekasan dilakukan dalam rangka untuk mengukur sejauh mana aktivitas yang dilakukan oleh pengurus di tingkat kecamatan. Aktivitas itu menyangkut program dan kegiatan NU, administrasi NU serta keuangan NU.

"Akreditasi dalam rangka meningkatkan menejemen NU di tingkatkan kecamatan, harapannya agar organisasi NU semakin baik dan semakin berkualitas," ungkapnya. 

Menurutnya, terdapat 10 indikator penilaian akreditasi di setiap MWCNU se-Kabupaten Pamekasan. Yaitu meliputi kepengurusan, tata kelola organisasi, fasilitas dan administrasi kantor/kesekretariatan, kaderisasi dan keberadaan lembaga/badan otonom, dan keberadaan lembaga pendidikan yang dikelola LP Ma'arif NU/MWCNU.

"Selain itu, ada indikator Unit Usaha NU, pengajian NU, pelayanan amaliyah NU, pelayanan sosial, dan pendanaan organisasi," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)


Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya