Daerah TEROR BOM SARINAH

GP Ansor NTT Pertanyakan Kerja BIN

NU Online  ·  Jumat, 15 Januari 2016 | 03:00 WIB

Kupang, NU Online
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusa Tenggara Timur Abdul Muis APS mengutuk keras insiden ledakan bom di kawasan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Ledakan dikabarkan memakan korban sebanyak 26 orang, yang terdiri dari tujuh orang meninggal dunia dan 19 luka-luka. Dari tujuh korban meninggal, lima orang adalah pelaku serangan, sementara dua orang adalah warga sipil. Satu dari warga sipil tersebut adalah warga negara asing.

"PW GP Ansor NTT mengutuk dengan keras adanya tindakan teroris yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tidak manusiawi, " tegas Muis usai rapat perdana tahun 2016 di sekretariat PWNU NTT, Kupang, Kamis (14/1).

Ia juga mempertanyakan tugas Badan Intelejen Negara (BIN) terkait upaya penanggulangan peristiwa yang menurutnya merusak citra bangsa dan mengganggu stabilitas negara. Ia menilai tak seharusnya tindakan teror semacam itu luput dari deteksi BIN.

“Masyarakat akan pertanyakan gerakan Badan Intelejen Negara jika ancaman terhadap warga terus berdatangan," imbuh Muis.

Atas kejadian tersebut, PW GP Ansor NTT mengimbau Barisan Serbaguna (Banser) se-NTT untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah ormas, dan tokoh pemuda lintas agama demi mengawal isu-isu ekstremisme. (Ajhar Jowe/Mahbib)
Â