Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Cikarang, NU Online
Boleh jadi Ahad, 19 Februari 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kawasan Perumahan Lippo Cikarang khususnya Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Lippo Cikarang.

Hari yang monumental karena pada hari itu segenap punggawa PAC Fatayat NU Lippo Cikarang menyelenggarakan peringatan Maulid Akbar Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW.
<>
“Ini merupakan peringatan Maulid pertama di masjid kami, sangat bersejarah bagi kami tentunya,” ujar ustadzah Anna Widhiharto selaku Ketua PAC Fatayat NU Lippo Cikarang.

Acara yang dimulai tepat Pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 700-an jema’ah yang mayoritas terdiri dari jama’ah ibu-ibu Fatayat NU. Gema Sholawat Al-Barzanji mengalun dengan indahnya di bawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah 3 Karawang asuhan KH Hasanuri Hidayatullah.

Taushiyah pertama disampaikan oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah dalam bingkai ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Taushiyah yang kedua disampaikan oleh H Muhammad Cholil Nafis, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa dalam berdakwah esensinya tidak boleh berubah, namun demikian metodenya boleh disesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah peringatan maulid yang masih dipersoalkan oleh sebagian kecil warga muslim yang cenderung ekstrim.

Sang Kiai mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan ketidakpahaman mereka dalam memaknai maulid itu sendiri.

Tepat pukul 11.45 acara dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang ke-NU-an. Sejumlah hadirin menjawab dengan antusias terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Sejumlah buku-buku terbitan pesantren diberikan secara gratis di sesi ke-NU-an tersebut.

Sejumlah buku-buku tersebut diantaranya adalah terbitan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, keluaran dari Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan banyak lagi yang lainnya.
Lippo Cikarang bersholawat diantara rinai-rinai hujan yang membasuh bumi Allah sedari subuh. Untaian hikmah maulid merasuk dalam hati dan terasa sejuk, sesejuk buliran embun fajar pagi. Wahai Kanjeng Nabi SAW, kami rindu padamu.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Arief Widhiharto



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×