Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Gelaran Hari Santri di Jombang Harus Bersih dari Atribut Terlarang

Gelaran Hari Santri di Jombang Harus Bersih dari Atribut Terlarang
Hari Santri 2019. (Foto: PP RMINU)
Hari Santri 2019. (Foto: PP RMINU)
Jombang, NU Online
Panitia penyelenggara Hari Santri 2019 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur berupaya agar kegiatan berlangsung semarak tanpa kendala apapun. Termasuk berusaha mensterilkan adanya atribut atau simbol terlarang yang dikhawatirkan sengaja dibawa oknum-oknum tertentu khususnya saat apel dan kirab budaya. Seperti bendera yang tidak senafas dengan ideologi Pancasila.
 
Ketua pelaksana Hari Santri 2019, H AR Jauharuddin Alfatih mengaku, dirinya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan keamanan peringatan nanti.
 
"Kita sudah sharing dan komunikasi dengan Polres Jombang mengenai kesiapan rencana kegiatan Hari Santri," ujarnya, Rabu (2/10).
 
Dari hasil koordinasi tersebut, pihak kepolisian nanti turut ambil bagian dalam hal keamanan dan kelancaran kegiatan. Mulai dari rekayasa lalulintas hingga pada identifikasi simbol yang tidak boleh dibawa para peserta apel dan kirab.
 
"Kita juga meminta bantuan keamanan kepada Polres Jombang dalam hal ini Kabagops, mulai pengaturan lalin hingga ke screening peserta apel nanti," jelas Pengasuh Pesantren Al-Ghazali Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang ini.
 
Pria yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'hid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jombang ini menambahkan, di samping sejumlah aparat keamanan yang mengatur dan lalu lintas, beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) juga akan ikut andil.
 
"Mereka nanti bisa memastikan tidak ada simbol-simbol terlarang yang muncul di sepanjang Hari Santri, terutama di apel dan kirab," ujar Gus Rudin sapaan akrabnya.
 
Dirinya berharap petugas di lapangan bisa bersinergi dengan baik. Komunikasi dan koordinasi antar petugas menurut dia sudah semestinya dibangun mulai sekarang. 
 
"Sehingga harapan panitia agar pelaksanaan Hari Santri aman dan lancar benar-benar terwujud," tuturnya.
 
Sementara untuk rangkaian kegiatan Hari Santri, panitia telah menyepakati 18 macam acara. Pelaksanaannya dimulai 6 hingga 26 Oktober. 
 
"Peringatan Hari Santri pada tahun 2019 ini panitia menetapkan 18 kegiatan. Kami siap menyukseskannya," ucapnya.
 
Dari berbagai kegiatan tersebut, ada perbedaan dengan perhelatan tahun sebelumnya. Di antaranya adalah kirab budaya santri. Acara ini belum pernah dilakukan panitia Hari Santri di Jombang sejak pertama kali diperingati.

 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Ibnu Nawawi
 

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya