Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bupati Tegal: Teladani Etos Kerja Rasulullah SAW

Bupati Tegal: Teladani Etos Kerja Rasulullah SAW
Bupati Tegal, Hj Umi Azizah (kanan)
Bupati Tegal, Hj Umi Azizah (kanan)
Tegal, NU Online
Bupati Tegal Hj Umi Azizah mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk mengingat dan meneladani sifat kanjeng Nabi sebagai panutan kita. 

Hal itu dikatakan Umi Azizah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Senandung Cinta Kabupaten Tegal yang dihelat PCNU Kabupaten Tegal beserta Badan Otonom, Jum'at (21/12) di lapangan Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW memiliki suri tauladan yang baik dan berakhlak mulia. Beliau adalah pribadi yang uswatun hasanah, berwatak mulia, lemah lembut, jujur, santun, amanah, dan selalu menyampaikan kebenaran.

Innama buitstu liutammima makarimal akhlak, Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus (Allah) untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Hadist tersebut menegaskan bahwa peran Nabi Muhammad adalah penyampai pesan ilahiyah, pesan kebenaran yang disandarkan pada bahasa kemanusiaan yang membumi, sesuai dengan karakteristik serta kemampuan pengikutnya. Pesan nabi inilah yang selalu kita sitir dalam lirik syair penuh keagungan.

"Dan melalui peringatan maulid nabi inilah kemuliaan Rasulullah SAW dipersonifikasi dalam irama pujian, didendangkan dalam nada shalawat dan dihadirkan dalam rajutan kehidupan sosial kemasyarakatan yang selalu merindukan perdamaian di tengah kecenderungan sebagian kelompok beragama menggunakan cara-cara takfiriah untuk menyeragamkan keyakinan," urainya.

Bupati yang juga Ketua PC Muslimat NU Tegal itu berharap momentum Maulid Nabi SAW ini menjadi sarana yang mampu memoderasi keagamaan kita, menumbuhkan sikap toleran melalui pesan-pesan perdamaian untuk merajut dan menyatukan kehidupan berbangsa kita dalam bingkai NKRI. Mari kita bicara baik, selalu berpikir positif dan optimis demi memperkuat ukhuwah wathaniyah kita. 

"Hindari ujaran kebencian, sikap saling menjelekkan, saling memprovokasi, hindari hasutan-hasutan yang tidak berguna, hindari fitnah karena semuanya itu hanya akan melemahkan kita, hanya merugikan umat Islam, merugikan bangsa kita," tandasnya.

Umi mengingatkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman, sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia ini dianugerahi beraneka ragam suku, agama, kepercayaan, bahasa, budaya, adat istiadat, tradisi, dan golongan. 

Di sinilah tantangan kita sebagai umat muslim sebagai umat terbesar di negeri ini dalam memanifestasikan akhlak Rasulullah pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang heterogen.

"Melalui Maulid Nabi ini tentunya kita ingin membumikan kemuliaan Nabi Muhammad yang telah memperlakukan setiap orang sebagai sosok yang selalu berproses. Bagaimana di usianya yang masih belia 8 tahun menjadi penggembala domba hingga di usia 12 tahun," jelasnya. 

Dikatakan, di usia inilah Muhammad mulai ikut serta dalam perjalanan dagang pamannya, Abu Thalib hingga kemudian mencapai kemandirian berdagangnya di usia remaja. Di usia 17 tahun, bahkan Muhammad sudah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan ke luar negeri sehingga dia dikenal luas di Yaman, Syiria, Yordania, Irak, Basrah, dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab.

"Bahkan di usia 25 tahun, Muhammad menjadi pengelola perdagangan milik Siti Khadijah. Dalam berdagang, beliau dikenal dengan setinggi-tingginya nilai amanah, nilai kejujuran, dan sikap menjaga kehormatan diri," tandas Umi. 

Inilah karakternya di segenap sisi kehidupannya, hingga diberi gelar al-Amin. Profesi sebagai pedagang ditekuni Rasulullah sampai kemudian beliau diangkat menjadi nabi dan rasul di usia yang ke- 40.

"Proses inilah yang hendaknya menyadarkan kita sebagai umatnya bahwa dalam meraih kesuksesan kita harus berproses, tidak instan karena yang instan ini biasanya cepat pudar. Proses ini bisa berbentuk pengalaman, bisa melalui jalur pendidikan baik formal maupun informal," urainya. 

Dikatakan Umi, dengan berproses setidaknya akan membentuk karakter dan kepribadian kita menjadi lebih tangguh, lebih kuat dan tidak mudah menyerah, selalu bisa bangkit dalam setiap kejatuhan.

Peringatan Maulid Nabi dan Senandung Cinta Kabupaten Tegal menghadirkan Sabyan Gambus. Selain itu juga diisi dengan Hadrah PC IPNU Kabupaten Tegal dan tarian sufi.

Hadir pula sejumlah tokoh diantaranya Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Yusuf Chudori (Gus Yusuf), Anggota DPR RI Bahrudin Nasori, Pengurus LPNU pusat yang juga Wakil Bupati Tegal terpilih Sabilillah Ardi dan ribuan Nahdliyin Kabupaten Tegal dan sekitarnya. (Nurkhasan/Muiz)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×