Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Beragam Terobosan Fatayat NU Bantaeng selama Ramadhan 1442 H

Beragam Terobosan Fatayat NU Bantaeng selama Ramadhan 1442 H
Pengajian Ramadhan, salah satu kegiatan yang diadakan Fatayat NU Bantaeng, Sulawesi Selatan. (Foto: istimewa)
Pengajian Ramadhan, salah satu kegiatan yang diadakan Fatayat NU Bantaeng, Sulawesi Selatan. (Foto: istimewa)

Bantaeng, NU Online

Selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan sejumlah terobosan yang garis besarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan perempuan NU. Selain itu terobosan juga untuk membangun semangat kader Fatayat NU dan melatih kepedulian serta kepekaan sosial.

 

Beberapa hari setelah memasuki Ramadhan, Fatayat NU Bantaeng memperkuat basis struktural di ruang lingkup masyarakat untuk terus menyiarkan paham ideologi Ahlusunnah wal Jamaah dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di tingkat kecamatan.

 

"Namun yang terbentuk baru 4 PAC yaitu Kecamatan Pa’jukukang, kecamatan Bantaeng, Kecamatan Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu. Rencananya setelah lebaran ini, kami akan membentuk 4 PAC lagi yaitu Kecamatan Bissappu, Kecamatan Eremerasa, Kecamatan Sinoa, Kecamatan Uluere dan insyaallah akan dilakukan pelantikan serentak bersama 8 PAC, setelah pelantikan Pengurus Cabang. Kepanitiaan sudah terbentuk, tapi kami tinggal tunggu pelaksanaanya," terang Ketua Fatayat NU Bantaeng, Risdawati Majid pada NU Online, Jumat (14/5).

 

Sejalan dengan itu, perempuan yang akrab di sapa Risda mengungkapkan, Fatayat NU merasa perlu untuk kembali memperkuat rasa nasionalisme dan membentengi kaum perempuan, terkhusus para kader dari pengaruh paham radikalisme saat ini.

 

Ke depan ia mengharapkan agar kegiatan serupa terkait penanggulangan penyebaran paham radikalisme ini bisa diintensifkan guna mempersiapkan kader NU khususnya Fatayat NU sebagai benteng terdepan dalam menumbuhkan kesadaran perempuan-perempuan Indonesia khususnya di Bantaeng.

 

Menurutya hanya sedikit yang memahami bahwa perempuan memiliki peran yang cukup kompleks dalam pusaran ekstremisme dan radikalisme. Padahal, perempuan juga berperan sangat penting dalam pencegahan ekstremisme dan radikalisme.

 

"Pertama, tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlusunna wal Jamaah. Kedua, tetap menjaga akhlakkul karimah untuk selalu meningkatkan nilai-nilai moralitas kita sebagai Umat Rasulullah Muhammad SAW. Ketiga, belajar agama pada ahli ibadah berdasar pada Al-Qur'an dan hadist yang berpegang teguh pada ajaran Ahlusunna wal Jamaah, bukan belajar pada internet dan media sosial," imbuhnya.

 

Pada pertengahan Ramadhan, sekaligus untuk memperingati Harlah ke-74 Fatayat NU didakan kegiatan Webinar Memperingati pada Ahad 24 April 2021.

 

Ia menyampaikan diperlukan juga upaya mewujudkan kesamaan pandangan dan sinergitas yang positif antara kaum buruh atau pekerja dengan pihak investor atau pengusaha khususnya di Bantaeng.

 

"Kami yakin, bahwa pemenuhan hak kaum buruh, dan penciptaan iklim investasi yang baik adalah dua prasyarat utama bagi kita untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, khususnya Kabupaten Bantaeng," ujarnya saat dialog publik memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021.

 

 

Berikutnya, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2021 Fatayat NU Bantaeng mengadakan webia sebagai bahan refleksi untuk menimbang lagi peran dan posisi perempuan dalam berbagai praktik poligami.

 

"Keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak dan poligami yang sering kali dipahami secara literal dan kontekstual yang kadang mengganggu keharmonisan keluarga, adalah dari dua hal yang kadang luput dari perhatian kita," ucapnya.

 

Kegiatan berbagi sesama kaum dhuafa adalah bagian dari upaya untuk memuliakan bulan suci Ramadhan. Diadakan pada akhir Ramadhan, dilakukan pembagian paket bantuan berupa minyak goreng, gula dan minuman siap saji. "Ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari Fatayat NU terhadap umat," ujarnya.

 

"Ke depan, kami dari Fatayat NU berharap bahwa kegiatan bakti sosial seperti ini tidak hanya ramai di saat bulan Ramadhan saja, tapi juga tetap dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya," pungkasnya.

 

Kontributor: Ahmad Saeful
Editor: Kendi Setiawan



Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya