Warta

Pemda DKI Apresiasi Kegiatan Santri Siaga Bencana

Jumat, 6 November 2009 | 13:23 WIB

Jakarta, NU Online
Dibentuknya Santri Siaga Bencana SSB) di Jakarta Barat yang merupakan bagian dari tanggung jawab NU dalam membantu masyarakat ketika menghadapi bencana mendapat apresiasi yang sangat baik dari Wakil Walikota Jakbar Sukarno.

“Kami menyambut baik kegiatan penanganan bencana yang melibatkan seluruh masyarakat, tak terbatas pada aparat saja,” katanya seusai membuka pelaksanaan Outbound Santri Siaga Bencana di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Jum’at (6/11).<>

Ia mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan agar keterbatasan yang selama ini dimiliki pemerintah dapat ditutupi oleh peran dari masyarakat.

“Kita akan selalu melibatkan masyarakat dalam penanganan bencana dengan melakukan gladi lapang untuk kesiap-siagaan jika bencana terjadi,” katanya.

Beberapa komponen yang selama ini sudah dilibatkan diantaranya adalah PMI, TNI, dan Hiperpala. Para santri siaga bencana yang sudah mendapatkan pelatihan selama setahun ini kemampuannya akan semakin meningkat jika ketrampilan yang mereka miliki dapat diterapkan dalam membantu masyarakat yang menjadi korban bencana di Jakarta Barat.

Sebanyak 150 SSB yang terlibat dalam kegiatan ini dikondisikan dalam situasi yang mirip dengan keadaan bencana. Selama tiga hari, 6-8, mereka tidur di dalam kemah dan melakukan aktifitas dengan kondisi peralatan yang terbatas. Mereka juga diajari memasang tenda, menolong tulang patah dengan tandu, cedara, penyelamatan dalam air, termasuk manajemen pos kesehatan darurat.

Fisik sebagai relawan juga dilatih dengan melakukan olahraga rekreatif sedangkan secara spiritual, para peserta diwajibkan mengikuti tausiyah dan sholat subuh berjamaah.

Dengan berkumpul selama tiga hari ini, selain mendapatkan ketrampilan, para santri dapat meningkatkan ras kekeluargaan, keakraban dan kebersamaan serta komitmen untuk pengurangan risiko bencana di masyarakat.

Sejak bencana sering melanda Indonesia, PBNU membentuk lembaga khusus yang menangani bencana, dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas, yaitu lembaga Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU). Kegiatan SSB ini merupakan bagian dari kerjasama dengan pemerintah Australia melalui AusAid. (mkf)


Terkait