Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Sahkan Shalat Tahiyatul Masjid di Halaman atau Teras Masjid?

Sahkan Shalat Tahiyatul Masjid di Halaman atau Teras Masjid?

Shalat sunnah Tahiyatul Masjid adalah shalat sunah dua rakaat yang dikerjakan sesaat setelah kita memasuki masjid.Ketika seseorang telah memasuki masjid, maka alangkah baiknya jangan duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat yang disebut dengan shalat sunnah tahiyatul masjid.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين

Jika salah satu dari kalian telah memasuki masjid, maka janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat.

Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid, karena pada dasarnya masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang senantiasa harus dijaga bagi setiap orang muslim yang memasukinya.

Masalah yang muncul adalah ketika seseorang menjalankan shalat sunnah tahiyatul masjid di halaman atau di teras masjid, sedangkan hadits di atas menjelaskan ketika seseorang telah memasuki masjid, bukan ketika telah sampai di halaman masjid atau teras masjid. Bagaimanakan hukumnya shalat sunnah tahiyatul masjid di halaman atau teras masjid?

Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari memberi penjelasan tentang yang dimaksud Rahbatul Masjid (Halaman Masjid) sebagai bangunan yang berada didepan masjid dan tidak terpisah dengan masjid, maka bangunan tersebut masih dikategorikan masjid, diperbolehkan seseorang melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid di tempat tersebut, sebagaimana melaksanakan i'tikaf dan yang lain

.هي بناء يكون أمام المسجد غير منفصل عنه هذه رحبة المسجد

Rahbatul Masjid (halaman masjid) adalah bangunan yang berada di depan masjid dan tidak terpisah dengan masjid.

Apa bila bangunan tersebut terpisah dengan masjid maka tidak dikategorikan sebagai masjid, atau secara umum bangunan itu tidak sebagai masjid, sebagaimana dalam kitab Qurratul Aain Fatawa Isma'il Zain

,وإن لم تكن ملحقة به في ذلك بأن كانت للإرتفاق التابع للمسجد فليس لها حينئذ حكم المسجد

Jika bangunan tersebut terpisah dari masjid, atau hanya bersanding dengan masjid, maka tidaklah dihukumi sebagai masjid.

Dengan demikian hendaklah melaksanakan shalat sunah didalam masjid karena hal tersebut lebih utama, meskipun hanya shalat sunah tetapi memiliki faedah yang banyak dan luar biasa.

(Pen. Fuad H. Basya/ Red. Ulil H.)


Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada Jumat, 04 Oktober 2013 pukul 09:00. Redaksi mengunggahnya ulang dengan sedikit penyuntingan.


Shalat Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya