Nasional

Tips Menjalankan Sa’i untuk Jamaah Haji Risti dan Lansia 

Ahad, 11 Juni 2023 | 15:30 WIB

Tips Menjalankan Sa’i untuk Jamaah Haji Risti dan Lansia 

Jamaah haji berangkat ke Tanah Suci, (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online
Ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan ketahanan fisik jamaah. Bagi jamaah yang tergolong kategori risiko tinggi (risti) dan usia lanjut, sebisa mungkin menjalankan ibadah umrahnya dengan baik, terutama pada saat pelaksanaan Sa’i.


Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI, Ramadhan Harisman, menyampaikan beberapa tips yang dapat dilakukan jamaah risti dan lansia pada saat menjalankan Sa’i. Menurutnya, jamaah bisa menggunakan metode istirahat dan istirahat.


"Dari Shafa ke Marwah, jamaah harus jalan kaki kurang lebih 400 meter. Saat jalan dari Shafa ke Marwah, sejenak bisa berhenti istirahat dulu, berdoa sekitar dua menitan, untuk menurunkan denyut nadi para jamaah," kata Harisman dalam konferensi pers, Ahad (11/6/2023).


Intinya dan yang penting, menurutnya, adalah memeberikan kesempatan kepada jantung untuk istirahat sejenak supaya tidak terlalu terforsir. Kemudian jalan lagi, setiap putaran harus memberikan waktu untuk istirahat. 


"Mungkin selesai Sa’i akan menjadi lebih lama, tetapi lebih aman buat kesehatan. Karenanya, sebaiknya jamaah yang masih muda dan sehat kami dorong mendampingi jamaah risti dan lansia agar tidak tertinggal terlalu jauh dengan kelompok jamaah lainnya," imbuhnya.


Pihaknya juga menyarankan, jamaah yang punya penyakit jantung dan atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) agar menggunakan kursi roda, karena rawan terhadap serangan jantung. Petugas, imbuhnya, terus memantau khusus jamaah risiko tinggi karena mempunyai penyakit bawaan yang sudah diderita sejak dari tanah air.


Harisman juga melaporkan, suhu di Madinah saat ini berkisar 30 hingga 44 derajat celsius. Sedangkan di Makkah berkisar antara 30 hingga 43 derajat celcius. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada jamaah khususnya jamaah lanjut usia untuk senantiasa menjaga kesehatan, meminimalisir aktivitas yang menguras tenaga. 


"Pelaksanaan ibadah shalat bisa dilakukan di kamar atau di masjid-masjid terdekat dengan hotel masing-masing," pintanya.


Ia berharap ada kerja sama dan saling bantu antar jamaah, terutama yang masih muda dan sehat, untuk membantu jamaah khususnya jamaah lanjut usia yang memakai kursi roda. "Terlebih saat melaksanakan umrah wajib, mohon jangan sungkan untuk minta bantuan petugas yang berada di sektor khusus di masjidil haram, sehingga proses ibadah umrah berjalan baik dan lancar," ucapnya.


Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Kendi Setiawan