Nasional

Santri Dapat Menjadi Aktor Penggerak Ekonomi Umat

Rab, 21 Oktober 2020 | 07:45 WIB

Santri Dapat Menjadi Aktor Penggerak Ekonomi Umat

Peluncuran U-Mart sendiri dilakukan dalam menyambut Hari Santri 22 Oktober 2020.

Jakarta, NU Online

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Hj Nawal Nur Arafah percaya bahwa santri dapat terus menjadi aktor penggerak ekonomi umat. 

 

"Sejak dulu santri berperan aktif sebagai motor ekonomi umat," katanya Selasa (20/10)

 

Pernyataan tersebut disampaikannya saat peluncuran fitur Umat Market atau disingkat U-Mart. U-Mart adalah marketplace Islami, bagian dari aplikasi Kedaulatan Santri (KESAN) yang ramah santri dan mendukung digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air. 

 

"Dengan hadirnya KESAN dan U-Martnya, saya percaya santri dan purna santri akan semakin termotivasi dan terbantu dalam menggerakkan roda ekonomi umat," pungkas Hj Nawal.

 

Peluncuran U-Mart sendiri dilakukan dalam menyambut Hari Santri 22 Oktober 2020. Setelah sebelumnya fokus di pengembangan fitur Islami, aplikasi KESAN kini fokus mengembangkan fitur ekonomi seperti U-Mart dalam rangka penguatan ekonomi umat, terlebih lagi di masa pandemi. 

 

"U-Mart didesain ramah produk santri dan Islami. Ada kurasi produk dan jasa UMKM di dalam U-Mart agar para pembeli merasa nyaman akan kehalalan transaksi. Kami mendorong digitaliasi UMKM santri dan nasional di masa pandemi serta  menawarkan kemudahan bagi para pembeli yang menginginkan produk dan jasa halal," ujar Hamdan Hamedan, CEO KESAN, saat peluncuran virtual U-Mart. 

 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengapresiasi hadirnya KESAN dan fitur terbarunya, U-Mart. 

 

"Saya senang dengan hadirnya aplikasi KESAN yang memberikan konten-konten islami yang sejuk dan mendidik, di satu sisi. Dan di sisi lain, memungkinkan santri dan umat Islam memasarkan produk dan jasanya secara mudah," kata Waryono.

 

Produk santri dan UMKM di masa pandemi 

Pandemi Covid-19 telah menggeser pola transaksi masyarakat dari tatap muka ke digital. Hal ini dialami betul oleh Ramli Peci, salah satu pelaku UMKM yang tergabung di U-Mart KESAN. Ia mengaku keputusannya menjual produk pakaian Islaminya secara online berbuah manis. 

 

"Perekonomian saya terbantu sekali dengan adanya U-Mart karena di musim pandemi orang jarang beraktivitas keluar dan memilih belanja secara online. Ternyata online-online itu nggak susah-susah banget," ujarnya. 

Editor: Kendi Setiawan