Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Peran Sentral Ulama dan Santri dalam Kemerdekaan RI

Peran Sentral Ulama dan Santri dalam Kemerdekaan RI
Merdeka
Merdeka

Jakarta, NU Online 

Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP-Ansor), H Hadi M Musa Said mengatakan bahwa peran ulama, kiai, dan komponen pesantren lainnya mempunyai peran sentral dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Hal itu tampak dari perjuangan serta komitmen nasionalisme yang kuat untuk dapat melepaskan Bumi Pertiwi dari cengkraman para penjajah.


“Indonesia tidak akan merdeka tanpa perjuangan para ulama, bahkan kalimat dalam pembukaan di alinea ketiga UUD 1945 'Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa….’ Itukan Kiai Abdul Wahid yang mengusulkan. Artinya perjuangan para ulama-ulama pesantren khususnya semangat santri yang dikobarkan oleh para kiai dan ulama itu luar biasa,” kata H Hadi kepada NU Online, Selasa (17/8).


Pengasuh Asrama Bumi Nusantara-Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus Kabupaten Purwakarta ini mengungkapkan bukti lain dari nasionalisme para ulama tertuang dalam lagu perjuangan Ya Lal Wathan karya Pahlawan Nasional sekaligus tokoh ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah. “Itu artinya, komitmen mereka sangat luar biasa,” katanya.


Baginya, tidak heran jika semangat nasionalisme sudah tertanam kuat bahkan mendarah daging dalam kehidupan para santri, khususnya di lingkungan NU. Hal itu merupakan keistimewaan besar yang perlu dijaga dan dilestarikan, mengingat para santri adalah penerus tongkat estafet perjuangan para ulama terdahulu.


“Tanpa adanya para ulama, kiai, ajengan, santri. Saya tidak yakin Indonesia masih bisa bertahan,” ujar Ketua Jaringan Alumni Muda PMII ini.


Lebih lanjut, Hadi menegaskan kepada para santri Indonesia untuk senantiasa mejaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan dengan penuh tanggung jawab. Dia memandang tantangan pemuda saat ini jauh lebih berat, seiring dengan munculnya paham-paham baru yang ingin membelokkan ideologi negeri ke ideologi yang berbasis Islam. Oleh karenanya, kewaspadaan menghadapi itu harus ditanamkan sejak dini kepada para generasi masa kini. Berpikir cerdas dan bertindak cepas sangat penting dilakukan, guna menjaga nilai-nilai keutuhan bangsa.


“Hari ini generasi penerus bertanggung jawab untuk memulihkan martabat kebangsaan kita, membangkitkan semangat keindonesiaan dan kebersamaan. Karena saat ini nilai-nilai itu sudah mulai hilang, bahkan ada beberapa kelompok yang menjadi kelilip pada proses perjalanan bangsa ini,” tegasnya.


“Kalau kata para ulama, memerdekakan adalah tugas kami (ulama), tapi mengawal kemerdekaan, menjaga kedaulatan Indonesia, itu tugas santri,” lanjut Hadi.


Maka dari itu, diharapkan melalui kesalehan ritual dan sosialnya, santri bisa terjun dan masuk ke dalam berbagai sektor. Sebab, seyogyanya santri disiapkan untuk menjadi pemimpin. Untuk mewujudkan itu, semua harus membekali diri dengan berbagai macam keilmuan umum dan keagamaan. 


“Karenanya harus tercipta santri ahli teknologi, hukum, sejarah, ekonomi, kedokteran. Tentunya yang berjiwa santri,” pungkasnya.


Kontributor: Syifa Arrahmah 
Editor: Syakir NF



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×