Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Lima Lukisan Gus Dur Berhasil Dilelang Rp280 Juta

Lima Lukisan Gus Dur Berhasil Dilelang Rp280 Juta
Lima lukisan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) karya Pelukis asal Probolinggo Agustinus Eko Nur Widianto. (Foto: Gusdurian Peduli)
Lima lukisan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) karya Pelukis asal Probolinggo Agustinus Eko Nur Widianto. (Foto: Gusdurian Peduli)

Jakarta, NU Online

Lima lukisan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) karya Pelukis asal Probolinggo Agustinus Eko Nur Widianto berhasil dilelang senilai Rp280 juta dalam gelaran Konser Amal bertajuk ‘Indonesia Pulih’, Selasa (7/9/2021) malam. Lelang lukisan itu semula dibuka dengan harga Rp5 juta dan seluruh keuntungannya akan digunakan untuk mendukung gerakan kemanusiaan Gusdurian Peduli.  


Sesi lelang lukisan itu dipandu oleh putri bungsu Gus Dur Inaya Wulandari Wahid bersama Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Ngatawi Al-Zastrouw. Pada saat pelelangan berlangsung, dua host itu ditemani para juru lelang yakni Musisi Trie Utami, Vokalis Armand Maulana, Pelawak Tunggal Sakdiyah Ma’ruf, Arie Kriting, dan Mamat Al-Katiri. 


Tiga lelang pertama, masing-masing lukisan berhenti di harga Rp50 juta sehingga total menjadi Rp150 juta. Lukisan itu dibeli oleh Ana dari Bogor, Buntoro dari Purwokerto, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.


Sementara dua lukisan lainnya dihargai Rp100 juta oleh Hamba Tuhan dari Sumatera Utara dan dibeli senilai Rp30 juta oleh Edi dari Perhimbunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bogor. Masing-masing pemenang lelang itu berhak mendapatkan sertifikat lukisan yang ditandatangani langsung oleh Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.


Pelukis Agustinus Eko Nur Widianto menuturkan bahwa lukisan yang berhasil dilelang dengan harga tinggi itu merupakan lukisan yang dibuat di atas kayu sengon dan dengan teknik dibakar. Ia merupakan satu-satunya pelukis di dunia dengan metode bakar.


“Normalnya (lukisan itu dibuat) agar hasil maksimal butuh kira-kira 5-7 minggu. Kesulitannya di wajah. Jadi kalau badan, 99 persen pelanggan pasti puas ya, tetapi kalau untuk wajah kadang direvisi sampai dua hari, supaya wajahnya maksimal,” terang Eko.


Kepada keluarga besar Gusdurian Peduli, ia mengucapkan banyak terima kasih karena diperbolehkan untuk turut berkontribusi dengan membantu sesama melalui keahliannya yakni melukis di atas kayu dengan teknik bakar.

 

“Dan (hasilnya) saya kembalikan lagi kepada Tuhan untuk saudara-saudara saya yang membutuhkan,” ujar Eko. 


Selain lelang lukisan, konser amal itu berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp39.030.231. Donasi itu dikumpulkan melalui nomor rekening 8610603999 atas nama Yayasan Jaringan Gusdurian Peduli. Tak hanya pada acara konser amal, donasi untuk kemanusiaan masih akan terus dibuka melalui nomor rekening tersebut. 


Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menjelaskan bahwa Konser Amal ‘Indonesia Pulih’ itu merupakan energi dan semangat untuk seluruh masyarakat Indonesia agar saling berbagi dan bersolidaritas. Semangat itu yang terus dipelihara oleh Gusdurian Peduli sebagai bagian dari merawat peninggalan Gus Dur selama ini, yakni kemanusiaan. 


“Nah karena cinta kita kepada manusia Indonesia, kita menyelenggarakan konser amal. Dalam konser amal ini kita juga ingin membawa semangat Indonesia pulih, Indonesia bergerak bersama menuju kehidupan yang lebih baik, dan melepaskan diri dari masa-masa sulit kita di masa pandemi ini,” jelas Alissa.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya