Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Konferwillub PW IPPNU Sumsel Atasi Krisis Kader

Konferwillub PW IPPNU Sumsel Atasi Krisis Kader

Jakarta, NU Online
Kaderisasi IPPNU di Sumatera Selatan, mengalami krisis cukup parah. Para pelajar di provinsi tersebut tidak mengenal IPPNU. Hal ini dituturkan oleh Maulida Zahro, Wakil Bendahara Umum PP IPPNU.
<>
“Untuknya, kita sedang mempersiapkan konferensi wilayah luarbiasa, konferwillub PW IPPNU Sumsel,” kata Maulidah kepada NU Online per telepon yang baru saja menghadiri pertemuan dengan pemprov Sumsel, Senin (5/11) siang.

Konferwillub diadakan mengingat kepengurusan PW IPPNU Sumsel sekarang tidak berjalan dengan semestinya, tambahnya.

Sebagai bukti, Maulidah menunjuk kasus yang cukup memprihatinkan. IPPNU tidak ada di kabupaten-kabupaten di Sumsel. IPPNU hanya ada di kota Palembang.

Persiapan konferwilub diawali dengan kegiatan masa kesetiaan anggota, makesta 3-4 November. Makesta adalah sebuah kegiatan yang diprogram untuk kaderisasi singkat. Sejumlah materi pokok diberikan seperti ke-IPPNUan, ke-NUan, pempimpinan, dan keorganisasian.

Kata Maulidah, kita ingin pembangunan IPPNU di Sumsel ini dari awal sekali. Kita mengharapkan pelajar di Sumsel akan mendapat bekal yang cukup dari makesta. Kalau sekadar menunjuk kepengurusan baru PW IPPNU, itu mudah saja. Tetapi kita ingin membangun IPPNU di Sumsel benar-benar dari bawah.

Peserta keluaran makesta inilah yang kemudian akan menyelenggarakan konferwillub. Dengan modal kepemimpinan dan ke-IPPNUan yang cukup, mereka akan mengatasi kemacetan IPPNU di seantero Sumatera Selatan, imbuhnya.

Peserta makesta terdiri dari 30 orang. Setiap PCNU di Sumsel mengirim pelajar terpilih untuk mengikuti makesta. Jadi peserta makesta kemarin berasal dari utusan PCNU, bukan dari PC IPPNU. Karena, PC IPPNU memang belum ada di tingkat kabupaten.

Maulidah mengutip pengakuan ketua Tanfiziyah PWNU Sumsel, H. Abd Amri Siregar bahwa keadaan kaderisasi IPNU dan IPPNU memang demikian adanya. Krisis semacam ini butuh penanganan yang lebih serius, pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×