Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

Kesetian Berkarya: H Usep Romli HM

H. Usep Romli HM, lahir di Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, 16 April 1949. Menempuh pendidikan SD dan SMP di Limbangan, sambil nyantri di beberapa pesantren kecil dekat rumah (1955-1964). Melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) di kota Garut (1964-1967), juga sambil nyantri antara lain di pesantren tradisional Galumpit. 

<>Ia mengikuti “pengajian politik” di rumah Bapak KH Prof. Dr. Anwar Musaddad, Jl.Ciledug, Garut, yang berlangsung setiap awal bulan, dihadiri para politikus NU dan para ajengan pesantren terkenal dari Garut dan sekitarnya. Aktif sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan GP Ansor.

Tahun 1964, Usep mulai mengumumkan tulisan sastra (prosa dan puisi),serta jurnalistik. Dimuat dalam surat kabar Harian Banteng (corong PNI Jabar), Harian Rakyat (corong PKI Jabar). Tapi tak pernah satu kalipun dimuat di Harian Karya (corong NU Jabar), walapun sering direkomendasikan oleh pengurus IPNU, GP Ansor dan PCNU Garut. Lulus dari SPGN Garut (1967), langsung diangkat menjadi PNS Guru SD di pedesaan Kecamatan Kadungora. Professi guru dijalani hingga tahun1983, ketika diangkat menjadi Kepala Seksi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jabar.

Namun tahun 1984, mengundurkan diri dari PNS tanpa meminta pensiun karena ingin fokus kepada professi wartawan yang telah dirintis sejak tahun1966 dengan menjadi koresponden freelance untuk beberapa surat kabar terbitan Bandung, Jakarta dan Medan. Selama menjadi wartawan full time di SK Pikiran Rakyat Bandung (1984-2004), pernah mendapat tugas jurnalistik ke seluruh penjuru tanah air dan luar negeri. Antara lain kawasan Timur Tengah, Balkan, Eropa Barat, Eropa Timur dan Asia Tengah. Terutama yang berkaitan dengan masalah politik dan kebudayaan Islam. Tahun1998-2002, menjabat Ketua Seksi Diklat PWI Jabar. Kini menjadi pemegang “kartu biru” keanggotaan PWI seumur hidup.

Pernah menimba ilmu bahasa dan sastra Arab di IKIP Bandung (1983) dan IAIN Sunan Gunung Jati (1986). Setelah pensiun sebagain wartawan aktip PR, menjadi kontributor tulisan untuk beberapa majalah dan surat kabar, sambil mengelola pesantre anak asuh du’afa wal yatama di kampungnya, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. Menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia, yang sudah diterbitkan berupa buku antara lain: A. Bahasa Sunda 1. Sabelas Taun (kumpulan sajak), Nyi Kalimar Bulan (ceritera anak-anak), Oray Bedul Macok Mang Konod (humor pedesaan), Bongbolongan Nasrudin (humor terjemah dari bahasa Arab), Dulag Nalaktak (humor pesantren), Bentang Pasantren (novel), Dalingding Angin Janari (novel), Dongeng-dongeng Araheng (dongeng anak-anak), Ceurik Santri (kumpulan cerpen) Jiad Ajengan (kumpulan cerpen) Sanggeus Umur Tunggang Gunung (kumpulan cerpen) Sapeuting di Cipawening (kumpulan cerpen) Nu Lunta Jauh (kumpulan sajak) Jurig Congkang Bisul na Bujur (kumpulan cerita misteri-humor) Lalakon Ngatrok : Saba D
esa Saba Nagara (kumpulan pengalaman jurnalistik) Saur Bapa Gubernur (kumpulan carpon), Nganteurkeun (novel), Paguneman jeung Firaon (kumpulan carpon), The Last Herro (novel).

Usep juga menulis dalam Bahasa Indonesia di antaranya Si Ujang Anak Peladang (ceritera anak-anak) Pahlawan-Pahlawan Hutan Jati (ceritera anak-anak), Sehari di Bukit Resi (ceritera anak-anak), Desa Tercinta (ceritera anak-anak), Berlibur di Kaki Gunung (ceritera anak-anak), Aki Dipa Pemburu Tua (ceritera anak-anak), Bambu Runcing Aur Kuning (ceritera anak-anak), Pahlawan Tak Dikenal (ceritera anak-anak), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot sufi), Pertaruhan Domba dan Kelinci (ceritera anak-anak bergambar), Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak (analisa).

Semua buku ceritera anak-anak baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia, dibeli oleh pemerintah (proyek Inpres Buku Bacaan), sejak tahun1973 hingga tahun1986. Tiap judul rata-rata dibeli 24.000 (dua puluh empat ribu) eksemplar, honornya dibayar tunai.

Dua kali mendapat Hadiah Rancage. Yang pertama, hadiah sastra, untuk karyanya Sanggeus Umur Tunggang Gunung tahun 2010 dan yang kedua hadiah jasa berkat pengabdian terhadap bahasa dan sastra Sunda tahun 2011. Di lingkungan NU, pernah menjabat penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001). Pernah menjadi aggota pengurus DPW PKB Jabar (1998-1999).


Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya