Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Kemenag Agendakan Imtihan Wathani dan Ujian Kesetaraan bagi Pesantren Salaf

Kemenag Agendakan Imtihan Wathani dan Ujian Kesetaraan bagi Pesantren Salaf
Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, Imtihan Wathani akan berlangsung tiga hari, 8-10 Maret 2021 dengan total santri Pendidikan Diniyah Formal yang ikut sebanyak 5.044 orang. (Foto: NU Online/Rozali)
Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, Imtihan Wathani akan berlangsung tiga hari, 8-10 Maret 2021 dengan total santri Pendidikan Diniyah Formal yang ikut sebanyak 5.044 orang. (Foto: NU Online/Rozali)

Jakarta, NU Online
Sesuai amanah UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan PMA nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag akan menggelar Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1442H/2021H bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

 

Imtihan Wathani merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk mengukur capaian kompetensi santri dan standar penguasaan kurikulum yang berbasis kitab kuning yang mengacu pada Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum untuk Pondok Pesantren. 

 

Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, Imtihan Wathani akan berlangsung tiga hari, 8-10 Maret 2021 dengan total santri Pendidikan Diniyah Formal yang ikut sebanyak 5.044 orang.

 

Ada dua jenjang PDF yang menggelar Imtihan Wathani, yaitu: Wustha (setingkat jenjang Madrasah Tsanawiyah) dan 'Ulya (setingkat jenjang Madrasah Aliyah). Ujian akhir PDF Wustha akan diikuti 2.889 santri dari 30 lembaga, sedang PDF Ulya diikuti 2.155 santri dari 47 lembaga. 

 

Jadi, lanjutnya, total ada 77 lembaga Pendidikan Diniyah Formal di Indonesia yang menyelenggarakan Imtihan Wathani 1442 H yang tersebar di 13 provinsi, yaitu: Aceh, Jambi, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, NTB, Kalsel, Sulsel, dan Sulbar. Adapun mata pelajaran yang diujikan adalah Tafsir, Ilmu Tafsir, Bahasa Arab, Hadita, Ilmu Hadits, Nahwu, Sharaf, serta Fiqh dan Ushul Fiqh.

 

"Tahun ini, Imtihan Wathani sebagian sudah dilakukan dengan Computer Based Test atau CBT. Ujian model ini akan diikuti 881 santri. Sisanya, 4.163 santri, mengikuti ujian paper based test atau PBT," jelasnya dilansir dari laman Kemenag, Ahad (7/3) 

 

Ujian kesetaraan bagi pesantren salaf

Selain Imtihan Wathani, sesuai dengan kalender pendidikan kesetaraan pada Pesantren Salafiyah, saat ini sudah memasuki masa ujian sekolah. Tercatat, sebanyak 1.106 dari 1.651 Pesantren Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan secara bertahap menggelar ujian sekolah tahun pelajaran 2020/2021.

 

Waryono menyatakan bahwa Ujian Sekolah akan berlangsung dalam rentang 1 Maret sampai 10 April 2021 dengan tiga jenjang yaitu Ulya, Wustha dan Ula dan tersebar di 31 provinsi. 

 

Adapun mata pelajaran agama yang diujikan: Al-Qur'an dan Hadis, Akidah Akhlak, Tarikh, Fikih, dan Bahasa Arab. Mata pelajaran umum yang diujikan: PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Untuk jenjang Ulya jurusan IPA, ada pelajaran Kimia, Biologi, Fisika. Sedang untuk jenjang Ulya jurusan IPS, ada pelajaran ekonomi, geografi, dan sosiologi.

 

Ujian Kesetaraan ini akan diikuti 3.459 santri jenjang Ula (setara MI/SD), 26.719 santri Wustha (setara MTs/SMP), dan 12.570 santri Ulya (setara MA/SMA). 

 

"Jadi ada 42.748 santri yang telah terverifikasi dan tervalidasi melalui pangkalan data EMIS Pendidikan Islam dan Pusdatin Kemendikbud yang akan berpartisipasi pada ujian sekolah tahun ini," jelasnya tentang ujian yang dapat dilakukan dengan portofolio, penugasan, dan tes secara luring/daring. 

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya