Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Kemajuan Indonesia Tak Lepas dari Peran Perempuan

Kemajuan Indonesia Tak Lepas dari Peran Perempuan
Perempuan Muslimat NU. (Foto: dok NU Online)
Perempuan Muslimat NU. (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online

Tokoh Nahdatul Ulama (NU) asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), KH Mal An Abdullah menyebut Indonesia telah menunjukkan kemajuan. Menurutnya, salah satu faktor kemajuan Indonesia tak lepas dari peran perempuan.

 

"Faktor terpenting tak lain adalah peran perempuan. Jadi menurut saya peran perempuan harus diacungkan jempol atas kemajuan Indonesia," ujarnya dalam Riyadoh dan Doa Bersama untuk keselamatan bangsa bertema Sumbangan Perempuan di Dunia Muslim Nusantara, virtual, Kamis (8/4).

 

Dia mengatakan bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam kemajuan Indonesia di bidang perekonomian. Disebut, Sri Mulyani menjadi salah satu perempuan yang memiliki peran besar kemajuan Indonesia.

 

"Sri Mulyani berkali-kali terpilih menjadi Menteri Keuangan terbaik di dunia, mengalahkan lanang, mengalahkan bule. Ini pertanda bahwa perempuan Indonesia kuat," katanya.

 

Sebelumnya dia juga menyampaikan kesyukurannya dengan kehadiran perempuan, khususnya Muslim di Indonesia, yang tengah memberikan sumbangan besar dalam perjuangan, termasuk kemajuan Indonesia.

 

Dia juga menyebut bahwa Indonesia pada tahun 2040 mendatang akan masuk lima besar kekuatan ekonomi dunia. "Jadi ini membuat kita harus bersyukur, sekaligus juga optimis," bebernya.

 

Dia optimis Indonesia jadi kekuatan ekonomi dunia, karena menurutnya saat ini Indonesia semakin menunjukkan perkembangan dan kemajuannya di berbagai bidang, termasuk kata dia bidang sains dan teknologi.

 

"Lihat saja perkembangan pandemi Covid-19 semasa sekarang ini. Tiba-tiba kita (Indonesia) ada temuan jenius sebagai teknologi rapid test yang dibuat oleh Universitas Gajah Mada. Itu tidak ada di negara Muslim lain, tidak ada di Asia tenggara," ungkapnya.

 

Hal ini diakuinya, Indonesia memiliki kelebihan, dan kreativitas di bidang sains. Sehingga, kata dia, Indonesia telah menunjukkan keberhasilan dan kemajuannya. "Dan saya kira Ini patut untuk kita syukuri," tuturnya.

 

Dia juga mengatakan, Indonesia adalah bangsa besar dengan masyarakat yang majemuk dan plural. Disebutkan, Indonesia memiliki sekitar 1.336 suku bangsa, 652 bahasa Daerah, 267 juta penduduk, dengan jumlah 7.504 pulau.

 

Disebutkan lagi, Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Penduduk Muslim jumlahnya 23 persen dari penduduk dunia. Negara yang jumlah umat Islamnya terbesar ada di Indonesia, 87 persen dari seluruh penduduk Indonesia yang diperkirakan 267 juta, adalah beragam Islam.

 

Acara tersebut diikuti keluarga besar Muslimat NU di Indonesia. Dalam acara tersebut sebelumnya dilantunkan Shalawat Badar, pembacaan Surah Yasin, Shalawat Nariyah, Shalawat Thibbil Qulub, doa Lil Khomasatun, doa Rajabiyah, Ratib Samman, dan maulid Diba.

 

Ketua Muslimat NU Sumsel, Dra Hj Failasufah mengatakan bahwa akhir-akhir ini di sejumlah daerah di Indonesia terdapat bencana alam, seperti banjir, longsor, dan badai.

 

Dengan hal tersebut, dia menyampaikan rasa dukanya kepada masyarakat yang terdampak musibah. Menurutnya, riyadoh, dan doa bersama merupakan bagian dari membantu masyarakat yang terkena bencana.

 

"Kita sebagai Muslimat NU memberikan tidak hanya dalam bentuk materi, tapi juga memohon kepada Allah SWT melalui riyadoh dan doa bersama," katanya.

 

Kontributor: Ridwan
Editor: Kendi Setiawan


Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya