Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Gus Mus Ingatkan untuk Tidak Membeda-bedakan Profesi

Gus Mus Ingatkan untuk Tidak Membeda-bedakan Profesi
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: Istimewa)
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menyebut bahwa semua pekerjaan adalah mulia. Tidaklah dibenarkan perilaku mengotak-kotakkan dan membeda-bedakan pekerjaan (profesi) satu dengan yang lain, seperti menganggap satu pekerjaan mulia sedangkan yang lainnya rendah.


“Jadi, kalian itu tidak kalah misalnya kerja bikin kursi, tidak kalah dengan anggota DPR. Kadang-kadang kita ini melihat pekerjaan ini mulia pekerjaan itu rendahan. Tidak ada. Konsep kerja adalah semua kerja itu mulia, terutama pekerjaan tangan,” terang Gus Mus pada tayangan Jimat Gus Mus, diakses NU Online, Senin (29/11/2021).


Pasalnya, lanjut Gus Mus, pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang kelak akan menghasilkan makanan terbaik. Gus Mus pun menyampaikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Miqdam ra. yang berkenaan dengan makanan terbaik adalah bersumber dari hasil kerja tangan sendiri.


“Diriwayatkan dari Sahabat Miqdam ra bersumber dari Nabi Muhammad saw beliau bersabda: “Sama sekali tidak ada makanan yang lebih baik untuk dimakan oleh seseorang daripada makanan hasil dari pekerjaan tangannya sendiri,” papar kiai kelahiran Rembang tersebut.


Sabda Rasulullah saw tersebut, kata Gus Mus, menunjukkan bahwa makanan paling bagus yang dimakan oleh seseorang adalah hasil dari pekerjaan tangannya sendiri.


“Apakah bertani seperti Nabi Adam, atau jadi tukang seperti Nabi Daud, atau menggembala kambing seperti Nabi Musa, pokoknya bekerja (tidak meminta) pakai tangan. Apakah dia itu membuat kerajinan tangan itu ya, pake tangan atau garap sawah kan pake tangan juga,” ujar Gus Mus.


Oleh karena itu, sambung Gus Mus, sahabat-sahabat Rasulullah juga diketahui memiliki pekerjaan semua, alih-alih menganggur. Di samping karena Rasulullah sendiri juga bekerja, Rasul pun menganjurkan dan bersabda bahwa sama sekali tak ada makanan yang lebih enak daripada makanan hasil dari pekerjaan tangannya sendiri.


Gus Mus juga sedikit mengisahkan bahwa KH Bisri Mustofa dahulu bekerja membuat kursi dan papan yang digunakan di masjid-masjid sedaerah Rembang.


“Dulu Allahu yarham KH Bisri Mustofa itu bikin kursi, bikin papan dulu masjid-masjid itu ada tulisan ‘Nawaitu al-I’tikafa sunnatal lillahi ta’ala’. Sedaerah Rembang itu mulai dari Masjid Agung sampai masjid-masjid di kecamatan pada beli semua,” kisah Gus Mus.


“Karyanya Abah itu bagus. Tulisannya ada gantungannya juga untuk gantungan di masjid-masjid. Terus bikin jadwal sembahyang, membuat nampan. Ternyata ini yang dibuat dalil hadits dari Al-Miqdam ini,” imbuhnya.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya