Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bersama Anak Yatim, Pengurus PBNU Peringati Maulid Rasullulah

Bersama Anak Yatim, Pengurus PBNU Peringati Maulid Rasullulah

Jakarta, NU Online
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama membaca Barjanji di Masjid An-Nahdlah PBNU Jakarta, Senin (28/12). Pada kesempatan ini pengurus PBNU juga menghadirkan puluhan anak yatim di Jakarta.
<>
Tampak sejumlah Ketua PBNU seperti Marsudi Syuhud, Muhammad Nuh, Mochammad Maksum Machfoedz, Abdul Manan Ghani, Aizzuddin Abdurrahman, Sulton Fatoni, dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmi Faisal Zaini serta jajaran pengurus teras PBNU lainnya hadir meramaikan kegiatan kali ini.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tentang masalah maulid seorang sahabat bernama Kaab bin Zuhair memuji Rasulullah SAW dengan perkataan sanjungan. Rasulullah tidak marah. Bahkan sebaliknya, nabi memberikan selimut lurik-luriknya di mana dalam bahasa Arab dinamakan burdah.

"Kalau tidak percaya datang ke Kota Istanbul Turki, masuk museum Topkapi di sana masih ada jubah Rasullullah yang pernah diberikan kepada Ka’ab, dan beberapa peninggalan seperti mangkok, gelas bekas nabi," kata Kang Said.

Karenanya NU percaya bahwa memuji-muji Nabi Muhammad itu sunah taqririyah, perilaku seseorang yang dibenarkan nabi, bukanlah bid'ah. "Rasulullah memang tidak melakukannya sendiri, tetapi ketika ada yang melakukannya diberi legitimasi," sambungnya.

Kang Said mengajak warga NU untuk meramaikan maulid serta meneladani Rasullulah. Beliau seseorang yang memperhatikan umat tanpa memandang derajat. Nabi MuhammadSAW adalah pemimpin yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Beliau wafat tidak meninggalkan harta dan kekayaan tetapi meninggalkan keteladanan.

"Yang mengatakan maulid bidah, silakan. Namun, kita jalani saja sendiri," kata Kiai Said yang juga dosen pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta.

Usai Barzanjian, Kang Said memotong tumpeng nasi dan menyerahkan santunan secara simbolis kepada beberapa anak yatim. (Faridur Rohman/Alhafiz K)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×