Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tiga Maksud Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Tiga Maksud Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Surabaya, NU Online
Himpunan Mahasiswa (Hima) D3 Keperawatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (22/11). Kegiatan yang bertempat di Aula Unusa Kampus A ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari D3 Keperawatan Unusa.

Kegiatan yang diawali oleh pembacaan shalawat bersama ini mendatangkan M Afwan Romdloni yang merupakan Wakil Sekretaris Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur sebagai pemateri. Hadir dalam kegiatan tersebut Farida Umamah yang merupakan ketua program studi (kaprodi) D3 Keperawatan Unusa.

Menurut Ustadz Afwan, ada tiga maksud dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Pertama adalah sebagai wujud rasa cinta kita kepada Nabi Muhmmad SAW. Kedua adalah mengetahui sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad. Terakhir adalah mengetahui beberapa cara untuk meneladani Rasulullah SAW,” ujarnya.

Lebih lanjut, alumnus Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo ini mengatakan jika ada tiga peristiwa penting yang bisa diteladani oleh umat Islam. Ketiganya merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama, peristiwa Isra` Mi’raj, dan peristiwa hijrah Nabi dari Mekkah menuju Yatsrib yang saat ini dikenal sebagai Madinah.

Sekretaris Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI) Unusa ini menjelaskan kepada para peserta acara tersebut bahwa untuk meneladani Nabi Muhammad SAW itu ada beberapa cara. “Sebagaimana yang tertera pada surat Al-Ahzab ayat 21. Pertama adalah dengan mengharapkan Rahmat dan Ridha Allah, lalu dengan mengingat hari akhir, dan dengan cara terus berdzikir kepada Allah,” bebernya.

Di akhir, ia berpesan kepada para mahasiswa yang merupakan generasi muda NU agar jangan sampai salah mencari tokoh panutan. “Yang paling utama adalah meneladani Nabi Muhammad dan tidak jauh-jauh dari ulama khususnya, ulama NU,” pesannya.

Hal ini dikarenakan pada saat ini sudah semakin banyak tokoh yang berasal dari berbagai kalangan yang kemudian menjelma menjadi idola bagi generasi muda. “Sebagai antisipasi banyak sekali tokoh-tokoh yang bermunculan dari berbagai kalangan,” tutupnya. (Hanan/Abdullah Alawi)





Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×