Daerah HARI KEBANGKITAN NASIONAL

PMII Gelar Aksi Keperihatinan

Ahad, 20 Mei 2012 | 11:18 WIB

Subang, NU Online
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang menggelar aksi keperihatinan tepat di Hari Kebangkitan Nasional ke-104. Aksi dilakukan di bawah Fly Over Pamanukan, Subang, Ahad (20/5/).<>

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Hari Kebangkitan Nasional” dan membagikan selebaran berisi seruan moral kepada para pengguna jalan yang melewati kawasan tersebut.

Mereka mengikatkan pita hitam di tangan kiri sebagai simbol matinya substansi kebangkitan nasional yang dahulu pernah di ukir oleh para pahlawan. “Hari ini makna Kebangkitan Nasional seakan telah hilang dari jiwa para penerus negeri ini,” teriak orator PMII, Abdun Nasir.

Korlap Aksi, Lukmanul Hakim menuturkan, aksi yang dilakukan Massa PMII tersebut merupakan aksi keprihatinan dan seruan kepada masyarakat untuk kembali menghayati arti dari Kebangkitan nasional tersebut.

“Kebangkitan Nasional merupakan simbol perlawanan rakyat terhadap kolonial penjajah. Dari Budi Utomo sampai ke Sumpah Pemuda merupakan bagian yang tak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Bangsa ini, di mana rakyat bersama-sama menyatukan visinya untuk merebut kemerdekaan. Tetapi, hal itu seakan menjadi cambuk untuk generasi penerusnya yang tidak mengerti makna dari Kebangkitan Nasional ini,” tegas Lukman.

Sementara Ketua PMII Subang, Ade Mahmudin menegaskan, banyaknya indikasi yang mengarah kepada ketimpangan yang hari ini ramai dibicarakan, merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah gagal dalam menyejahterakan rakyat.

“Sebut saja dimana pihak asing masih bercokol dan selalu ikut campur dalam perekonomian nasional, penegakan supremasi hukum seakan masih tebang pilih, infrastruktur dan pemerataan pembangunan masih kurang dinikmati oleh rakyat, kelompok-kelompok dan ajaran-ajaran yang memicu disintegrasi bangsa masih menghantui ketentraman rakyat, sampai kemudian terjadi konflik horizontal yang sampai hari ini Pemerintah belum bisa menyelesaikannya,” tegas Ade.

Aksi ini ditutup dengan pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh salah seorang massa aksi dan mendapat pengawalan ketat dari puluhan aparat kepolisian dari Polres Subang dan polsek Pamanukan. Aksi berjalan tertib meski  kondisi lalu lintas di kawasan tersebut sempat macet.


Redaktur: A. Khoirul Anam