Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pesan Maulid NU Subang: Hormati Orang Tua, Patuhi Ibu

Pesan Maulid NU Subang: Hormati Orang Tua, Patuhi Ibu
Gambar ilustrasi.
Gambar ilustrasi.
Subang, NU Online
Diantara misi yang dibawa oleh Rasulullah SAW ke alam dunia ini adalah mengangkat derajat wanita yang pada saat itu tidak ada harga dirinya. Sehingga Rasulullah menyampaikan ajaran kepada umat Islam untuk selalu taat, patuh dan menghormati kepada kedua orang tua terlebih lagi kepada seorang ibu.

Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat saat mengisi kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diprakarsai oleh Jamaah Jimat (Pengajian Malam Jumat) di Desa Rancabango, Patokbeusi, Subang, Kamis (28/12) malam

Dikatakan Kiai Musyfiq, Ibu merupakan sosok penting dalam lingkungan keluarga khususnya dalam rangka melaksanakan proses pendidikan bagi anak, karena melalui kreatifitas seorang ibu, anak bisa menjadi sholeh dan berguna bagi umat manusia dan ataupun bisa juga malah sebaliknya. 

Untuk menguatkan argumentasi tersebut, Pengasuh Pesantren Attawazun itu mengutip kisah yang ada di dalam Al-Qur'an.

"Kita lihat kisah Nabi Musa, beliau hidup dan dibesarkan di lingkungan istana Firaun yang kafir bahkan dia sendiri mengaku sebagai Tuhan, tapi kenapa Nabi Musa malah menjadi anak shaleh bahkan diangkat menjadi Nabi?" tanya Kiai Musyfiq yang kemudian langsung disampaikan jawabannya.

Nabi Musa, lanjut Kiai Musyfiq, menjadi anak yang shaleh karena mendapat pendidikan dari seorang ibu angkat bernama Asiyah binti Muzahim, walaupun pada saat itu ia menjadi Istri Firaun yang dzalim, namun Asiyah mempunyai budi pekerti yang luhur sehingga ia berhasil mendidik dan membesarkan Nabi Musa menjadi seorang anak yang shaleh.

"Sebaliknya kita bisa lihat pada kisah Kan'an putera Nabi Nuh, walaupun Kan'an hidup di lingkungan seorang Nabi tetapi dia malah durhaka kepada ajaran yang dibawa oleh ayahnya sendiri, itu terjadi karena Kan'an mendapat pendidikan dari seorang ibu yang tiada lain adalah istri Nabi Nuh yang durhaka dan tidak beriman kepada ajaran yang dibawa oleh suaminya sendiri,” tegasnya.

Kiai Musyfiq pun menambahkan, sosok ibu dalam keluarga bisa dikatakan cukup penting dalam menentukan kepribadian seorang anak, untuk itu ia berpesan kepada para ibu agar senantiasa selalu mendidik dan membesarkan anaknya dengan baik supaya bisa menghasilkan generasi muslim yang sholeh, beriman, kuat dan bermartabat. (Aiz Luthfi/Fathoni)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×