Karanganyar, NU Online
Sesepuh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Jumantono kabupaten Karanganyar Kiai Sulaiman Rosyid tengah mengembangkan pengajian interaktif. Pengajian interaktif ini memungkingkan tanya jawab secara aktif serta saling memberikan pendapat perihal suatu permasalahan.
<>
Alumni pesantren Al-Manshur Popongan Klaten ini menilai, saat ini masyarakat butuh pengetahuan agama yang update terutama berkenaan dengan permasalahan yang kontemporer.
“Mereka perlu metode alternatif dalam mengaji,” ujar Kiai Sulaiman, suami dari Ketua Fatayat NU Karanganyar Sri Lestari.
Sementara Sri menambahkan, pengajian biasanya identik dengan ceramah yang menempatkan audiens sebagai pendengar pasif.
“Namun hal itu perlu dikembangkan agar penceramah tidak menjadi satu-satunya sumber informasi akan tetapi dalam majelis itu terjadi suasana interaktif dalam memecahkan persoalan terkini yang berkembang di masyarakat,” ujar Sri Lestari saat dikonfirmasi NU Online, Rabu (30/4).
Sebelum pengajian, terlebih dahulu kami menginformasikan kepada para jama’ah yang tergabung dalam majelis Syifaul Qulub agar menyiapkan beberapa pertanyaan bebas. Tema pertanyaan tidak ditentukan dan tidak harus berhubungan dengan NU, lanjutnya.
Metode ini ternyata mendapatkan sambutan tinggi dari jama’ah. Kami berharap, dengan pengajian interaktif tujuan dakwah Aswaja NU ini akan lebih mengena, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
6
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
Terkini
Lihat Semua