Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Menjaga Ketersambungan dengan Kiai Harga Mati Bagi Santri

Menjaga Ketersambungan dengan Kiai Harga Mati Bagi Santri
Gus Muadz (pegang mik)
Gus Muadz (pegang mik)
Pacitan, NU Online
Salah satu prinsip dasar yang harus dimiliki seorang santri adalah selalu menjaga ketersambungan dengan kiainya. Ketersambungan yang dimaksud adalah dengan menjalankan dawuh atau nasihat-nasihat dan perintah dari kiai. Bahasa pesantren menyebutnya dengan istilah sami'na wa atha'na.

Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan Jawa Timur KH Mu'adz Harits Dimyathi mengungkapkan hal itu, Rabu (17/10) malam dalam acara Kemah Bhakti memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di Pesantren Nurudh Dholam, Bleber, Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur.

"Kapanpun, di manapun, dan sampai kapanpun, prinsip seorang santri adalah nderek poro kiai. Dan ini sudah menjadi harga mati," kata kiai yang akrab disapa Gus Muadz itu.

Prinsip dasar itu tidak hanya dimiliki santri yang masih di pesantren, namun siapapun yang memiliki jiwa dan kepribadian santri, harus memegang erat prinsip dasar itu.

Bagi Gus Mu'adz, seorang kiai memiliki multi peran. Ia tidak hanya sekedar guru, tetapi juga pemomong. Tidak hanya mengajar, tapi  juga mendoakan. Selalu mengarahkan santrinya untuk menjadi lebih baik. Ia menyebut, kiai-kiai seperti itu banyak dijumpai di berbagai pesantren dan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Tapi khusus, inipun ada klasifikasinya. Nderek kiai, kiai yang bagaimana? kiai yang ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama," tegas Panglima Komunitas Santri Petarung Romantis itu.

Selain melaksanakan perintah kiai, lanjutnya, para santri harus menjaminkan dirinya, berada di garda terdepan dalam menjaga kehormatan kiai. Bilamana ada orang maupun kelompok yang memiliki tujuan mengganggu keselamatan kiai.

"Sudah menjadi komitmen santri akan selalu mengedepankan kebenaran dan akan selalu membela kebenaran-kebenaran, dengan cara yang baik, bijaksana dan juga cerdas," pungkasnya.

Kemah bhakti yang dilaksanakan untuk pertama kalinya ini merupakan agenda silaturrahmi santri untuk lebih mendekatkan diri kepada para kiai, utamanya kiai kampung dan untuk mengenal lebih dekat pesantren-pesantren yang ada di Pacitan. 

Kemah  diwarnai dengan kegiatan ziarah, pembacaan dzibaiyah, dan shalawat mahalul qiyam serta pembagian doorprize kepada para santri. 

Turut hadir dalam acara ini, Katib PBNU KH Luqman Harits, Pengasuh Pesantren Nurudh Dholam Kiai Syamsuddin dan Kiai Fahrurrozi, Ketua PCNU Pacitan H Mahmud dan masyarakat sekitar pesantren. (Zaenal Faizin/Muiz)


Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya