Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Menguatkan Karakter dan Mental Santri melalui Kegiatan Kepramukaan

Menguatkan Karakter dan Mental Santri melalui Kegiatan Kepramukaan
Santri Pesantren Al-Rosyid Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar KMD. (Foto: NU Online/M Yazid)
Santri Pesantren Al-Rosyid Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar KMD. (Foto: NU Online/M Yazid)
Bojonegoro, NU Online
Pondok Pesantren Al-Rosyid Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus memupuk santri-santrinya menjadi generasi yang berkarakter dan bermental kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Pesantren asuhan KH Alamul Huda ini mewujudkan hal itu melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) selama satu minggu, dimulai Sabtu (6/2). Kegiatan dibuka oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. 
 
Seluruh peserta menjaga jarak, semua tamu undangan pembukaan KMD memakai masker, mencuci tangan, cek suhu, dan melewati bilik desinfektan yang disediakan pondok. 
 
KH Alamul Huda mengatakan, Kursus Mahir Tingkat Dasar sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun di pondoknya. Dan sudah berlangsung cukup lama. Baginya, kegiatan kepramukaan adalah salah satu upaya yang efektif mendidik generasi bangsa harapan masa depan.
 
"Bangsa ini membutuhkan orang kuat dan generasi yang tidak cengeng, menjaga semangat. Sekaligus santri yang cinta NKRI dan negeri ini," terangnya.
 
Pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro itu juga mengingatkan, bangsa Indonesia hari ini harus mampu menjaga warisan para pendiri negeri dalam mewujudkan Indonesia yang terus maju dan berdiri di atas kaki sendiri.
 
Ia menyampaikan, ada 137 peserta yang mengikuti KMD, terdiri 93 putri dan 44 putra. Dalam kegiatannya berlangsung 60 persen mengikuti dari dan 40 persen secara luring. "Kalau biasanya peserta membuat tenda, saat pandemi peserta mengikuti pelatihan secara virtual," papar Gus Huda sapaan akrabnya.
 
Ditambahkan, santri tidak boleh menyerah dengan keadaan seperti sekarang. Pandemi Covid-19 harus diisi dengan kreativitas bermakna. "Sebab tantangan santri semakin berat, perlu penguatan fondasi. Sekaligus menggunakan kedisiplinan," imbuhnya.
 
Apalagi, imbuhnya, Pondok Pesantren Al-Royid sudah dilounching pertamakali menjadi pondok tangguh Semeru. Sampai sekarang dipertahankan dan dikembangkan Kapolres AKBP Eva Guna Pandia.
 
Sementara itu AKBP Eva Guna Pandia mengapresiasi penguatan karakter melalui Pramuka yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Rosyid, dengan menerapkan protokol kesehatan. Berbagai upaya memang perlu dilakukan pesantren untuk pendidikan karakter, seperti halnya melalui kepramukaan.
 
"Peran santri terus diperdayakan untuk agen agar mereka lebih giat, menuntut ilmu memajukan negera kita," pungkas Kapolres.
 
Beberapa materi yang disampaikan mulai kepramukaan, seperti funda mental gerakan Pramuka, prinsip dasar dan metode kepramukaan, orientasi dan gerakan. Serta beberapa materi lainnya penguatan dan pendalaman terkait dunia Praja Muda Karana.
 
Kontributor: M. Yazid
Editor: Syamsul Arifin

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya