Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maulidan, IPNU-IPPNU Probolinggo Baca Diba'iyah Bersama

Maulidan, IPNU-IPPNU Probolinggo Baca Diba'iyah Bersama

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo, Jawa Timur mempunyai cara tersendiri untuk turut serta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka membaca Diba'iyah bersama-sama, Ahad (19/1).
<>
Pembacaan diba'iyah yang digelar di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo ini diikuti oleh para pengurus PC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se Kota Probolinggo. Mereka terlihat sangat khusyu' sekali membaca diba'iyah dengan lagu yang bervariasi sehingga tidak terkesan jenuh dan membosankan.

Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo, Musrifah, mengungkapkan pembacaan diba'iyah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo untuk melestarikan tradisi NU yang saat ini sudah kurang diminati oleh kaum muda maupun pelajar.

"Padahal dengan membaca Diba'iyah kita serasa lebih dekat dengan Rasulullah SAW. Apalagi jika dihayati dengan makna-maknanya. Ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo untuk melestarikan diba'iyah di kalangan pelajar," ungkapnya.

Terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini Musrifah menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan ciri khas dari ke-NU-an atau syiar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) terhadap kader yang baru. "Diharapkan nantinya kader baru ini bisa memahami ciri khas ke-NU-an dan syiar Aswaja sehingga betul-betul menjadi kader yang handal," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal. Menurutnya, kaum muda terutama pelajar tidak boleh melupakan tradisi pembacaan Diba'iyah yang merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh ulama-ulama NU. Namun agar tidak terkesan membosankan, maka dalam setiap pembacaannya perlu dibuat kreasi irama lagunya.

"Lantunan Diba'iyah ini tidak harus selalu dengan lagu-lagu lama, tetapi dikreasikan dengan lagu-lagu masa kini yang sangat diminati oleh kaum muda. Sebab jika tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kaum muda dikhawatirkan tidak mau lagi membaca diba'iyah," ujarnya.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini Jalal berharap agar semua kader PC IPNU-IPPNU di Kota Probolinggo bisa mengenal ciri khas NU dan bisa diimplementasikan di lingkungannya, khususnya bisa diimplementasikan di sekolah dan tingkat PAC masing-masing. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×