Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maulid Nabi, Tauladani Akhlak Nabi untuk Kemaslahatan Bangsa

Maulid Nabi, Tauladani Akhlak Nabi untuk Kemaslahatan Bangsa
Peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Pringsewu
Peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Berbagai macam cara digunakan umat Islam mengekspresikan cinta kepada Nabi Muhammad. Momen bulan Maulid menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu dan paling masyhur untuk mengekspresikan cinta melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pasalnya pada bulan inilah Rasulullah SAW lahir pada Senin 12 Rabiul Awal di tahun gajah.

Bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid juga adalah bulan ke-3 dalam urutan kalender hijriah. Selain 12 Rabiul Awal, pada 17 Rabiul Awal adalah peristiwa Rasulullah hijrah atau meninggalkan Kota Makkah menuju Kota Madinah. Pada 27 Rabiul Awal adalah tanggal wafatnya Rasulullah SAW.

Hal ini dijelaskan Kepala MAN 1 Pringsewu Nauval kepada para pelajar madrasah tersebut saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Jabal Nur kampus madrasah setempat, Jumat (23/11).

"Inilah yang membuat bulan Rabiul Awal sangat dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin di dunia," tegasnya.

Pada bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, ia mengajak kepada para pelajar sebagai generasi penerus untuk meneladani akhlak rasul sebagai modal meneruskan peradaban dan mewujudkan kemaslahatan bangsa dan dunia.

Pentingnya peringatan maulid untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad ini juga diingatkan oleh Ketua Komite MAN 1 Pringsewu KH Halimi Haas. Ia menegaskan bahwa jika akhlak suatu kaum baik maka kemakmuran, keberkahan, dan kedamaian akan menaungi daerah tersebut.

"Jika akhlak masyarakat bagus, maka bagus daerahnya. Sebaliknya jika akhlaknya buruk maka hancur daerah tersebut. Camkan budi pekerti merupakan kunci kemaslahatan di sebuah daerah," ingatnya.

Sementara KH Arimbi Kusairi yang menjadi penceramah pada acara tersebut menegaskan, saat ini bukan lagi zamannya membahas hukum memperingati maulid. Ia menegaskan bahwa maulid merupakan kesunahan yang di dalamnya diwarnai dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur'an, bershalawat, dan menelusuri kisah Nabi untuk diambil hikmahnya.

"Inilah wahana bagi umat Islam untuk meneladani akhlak nabi melalui sejarah perjuangan beliau dari lahir hingga menghadap Allah SWT," jelasnya.

Selain memperingati maulid dengan pengajian, civitas akademika MAN 1 Pringsewu juga menggelar perlombaan islami. Perlombaan yang diikuti oleh siswa perwakilan dari setiap kelas tersebut meliputi lomba tahfidzul Qur'an, qiroatil Qur'an, syarhil Qur'an dan adzan. (Muhammad Faizin)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×