Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Kisah Milki Barokah Kembangkan Fatayat NU Pangandaran

Kisah Milki Barokah Kembangkan Fatayat NU Pangandaran
Ketua Fatayat NU Pangandaran, Milki Barokah (kiri). (Foto: dok. istimewa)
Ketua Fatayat NU Pangandaran, Milki Barokah (kiri). (Foto: dok. istimewa)

Jakarta, NU Online

Perayaan hari lahir (Harlah) ke-71 Fatayat NU kali ini mengangkat tema Adaptasi Tantangan Masa Kini untuk Ketahanan Perempuan, mengulas kisah-kisah inspiratif kader penggerak perempuan di berbagai wilayah. 


Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Pangandaran, Ustadzah Milki Barokah mengisahkan awal mula dirinya berjuang mengenalkan Fatayat di Pangandaran yang ketika mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD) diikuti oleh hampir ribuan orang.


"Waktu itu saya berpikirnya begini, Muslimat sudah banyak, berarti Fatayat juga banyak kan. Karena mama saya juga Muslimat waktu saya kecil dan bapak saya juga aktif di NU, jadinya saya pikir gampang," ungkap Milki dalam galawicara Kader Penggerak Harlah Fatayat NU, Sabtu (24/4).


Namun, kata Milki, karena Pangandaran merupakan Kabupaten baru tentu susunan kepengurusan NU di sana juga baru. Hal itu kemudian sempat jadi kendala bagi Milki untuk merekrut kader-kader di Pangandaran.


"Nah, kemudian saya bilang kan kepada pengurus NU. Bagaimana ya untuk memilih orang-orang untuk masuk Fatayat, karena teman-teman saya tidak begitu kenal dengan Fatayat," katanya. 


Kemudian, Ia meminta bantuan PCNU untuk dibuatkan data orang-orang yang bisa ia rekrut untuk bergabung di Fatayat. "Pas saya lihat ternyata orang-orangnya saya nggak kenal semua, karena kan saya nggak besar di Pangandaran. Akhirnya, saya terima dulu nama-nama yang dari PCNU," sambung Milki. 


Tidak sampai di sana, Milki juga menyatakan ketika dia bersama kader yang lain menyosialisasikan Fatayat kepada masyarakat justru masyarakat di sana tidak mengetahui ada organisasi yang bernama Fatayat, selama ini yang mereka ketahui hanya Muslimat NU saja. 


"Jadi, saya menjelaskan itu sampai bagaimana caranya supaya mau ikut, saya beli batik Fatayat. Jadi, setiap mengunjungi orang yang udah ada di list PCNU itu saya datang sambil bawa-bawa batik Fatayat," tuturnya. 


"Mau nggak masuk ikut Fatayat? Ini sudah ada seragamnya, seperti itu," imbuh Milki. 


Kendati demikian, usaha perjuangan Milki merekrut kader ke pelosok-pelosok Pangandaran dari pagi hingga malam menuai hasil yang memuaskan dengan terlaksananya LKD yang diikuti oleh 1.000 orang. 


"Nah, kenapa bisa sampai 1.000 itu, saya pikir kalau misalkan saya harus datang ke setiap tempat menjelaskan Fatayat akan memakan waktu yang lama, sedangkan masa khidmat di Fatayat kan hanya 5 tahun. Bagaimana kalau dikumpulkan saja kita bikin LKD gabungan," terang dia.


Kontributor: Syifa Arrahmah

Editor: Fathoni Ahmad


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya