Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Kader Fatayat NU Way Kanan Luncurkan Novel Kedelapan Berjudul 'Kasyaf'

Kader Fatayat NU Way Kanan Luncurkan Novel Kedelapan Berjudul 'Kasyaf'
Novel Kasyaf karya kader Fatayat NU Way Kanan, Susan Arisanti.
Novel Kasyaf karya kader Fatayat NU Way Kanan, Susan Arisanti.

Way Kanan, NU Online

Kader Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Way Kanan, Lampung, Susan Arisanti luncurkan buku novel solo kedelapan. Buku dengan judul "Kasyaf" tersebut diterbitkan melalui Parawansa Production pada Maret 2021 itu terinspirasi dari kisah seorang santri bagian keamanan pondok pesantren dan kisah-kisah Imam Maliki yang mampu melihat dosa.


Sebagaimana dikatakan Susan, pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang menjadi hambatan maupun jembatan penghalang dirinya untuk terus berkarya. Hal tersebut ia buktikan sejak awal 2020 hingga Maret 2021, telah dua buku berhasil masuk dapur penerbit. 


"Alhamdulillah, meski suasana pandemi, saya masih dapat memanfaatkan waktu dengan bijak. Buku ini saya tuliskan kurang lebih dua belas bulan lamanya," ungkap Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Bahuga melalui sambungan telepon, Sabtu (20/3).


Lebih lanjut, guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kasui, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan itu menjelaskan, kisah Kasyaf yang mengambil latar belakang Kota Blitar ini menceritakan seorang santri Nezaiya Lawaqi' yang merupakan ketua keamanan pondok pesantren Putri Al-Hikam, yang memiliki kemampuan melihat dosa orang lain. Hal tersebut membuat dirinya enggan membaur dengan santri lainnya dan cenderung menutup diri.


Akan tetapi sebuah keajaiban terjadi sejak ia bertemu dengan Hammuka Mughlak, seorang anggota polisi resor Blitar. Berbekal kompetensi analitis dan nalar ilmiah Hammuka yang bagus, serta kemampuan Nezaiya melihat dosa, keduanya bekerjasama untuk mengungkap kasus-kasus kriminal di daerah setempat.


Melalui novel tersebut, Susan berharap dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan memanfaatkan waktu dengan bijak. Kisah Kasyaf ini ia tuliskan melalui aplikasi wattpad dengan jumlah pembaca sebanyak 1,2 juta dan total vote 109 ribu pada 21 bagian sub judul.


Selain itu juga, ada beberapa karyanya yang berhasil tembus Gramedia, diantaranya; Yang Ternoda diterbitkan oleh Diva Press 2017, Luka Yang Kau Tinggal Senja Tadi, Penerbit Mizan 2018, Sangiang Pandita Diva Press 2019, dan Tsani & Athaya oleh Penerbit Elvana 2020.


Harum Puspita, seorang blogger pemula yang juga novelis melalui instagramnya @diaryharumpuspita menilai, novel Kasyaf sangat cocok bagi pembaca yang menyukai genre thriller. Terlebih bagi mereka yang memiliki pengetahuan pada bidang hukum dan ilmu alam.


"Cerita Mbak Susan inilah yang membuat saya yakin untuk menjadi seorang novelis sesuai dengan ranah bidang yang digeluti. Bukan hanya sekadar hiburan belaka. Ranah pengetahuan yang disajikan pun menjadi sangat berarti," ujar Harum.


Bagi yang hendak meminang buku Kasyaf, bisa menghubungi penerbit melalui Shopee di mandisparawansaa, facebook Parawansa Production, instagram @parawansa_production, dan whatsapp di 089697908811. 


Kontributor: Disisi Saidi Fatah

Editor: Fathoni Ahmad


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya