Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Jalin Kedekatan dengan Anak, Bendung Propaganda Gerakan Radikal

Jalin Kedekatan dengan Anak, Bendung Propaganda Gerakan Radikal
Suasana Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh MWC NU Banyuwangi, Senin (3/5). (Foto: NU Online/sholeh)
Suasana Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh MWC NU Banyuwangi, Senin (3/5). (Foto: NU Online/sholeh)

Banyuwangi, NU Online

Bahaya ancaman gerakan teroris dan ideologi radikal di Indonesia menjadi tanggungjawab bersama dalam membendungnya. Sebab, gerakan tersebut begitu militan dan selalu menebar propaganda di tengah-tengah masyarakat. Bahkan yang cukup memprihatinkan, mereka melibatkan  kalangan anak muda dan milenial dalam aksi penyerangan dan bom bunuh diri di sejumlah tempat.


"Karena itu, jangan sampai anak dan keturunan kita semua menjadi korban selanjutnya. Mulai hari ini kita harus bangun komunikasi dan kedekatan yang intens pada mereka," pinta Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ust. Fatah Zamroni saat mengisi kajian agama dalam Safari Ramadhan yang diselenggarakan di Masjid al-Iman, Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi, Senin (3/5).


Di hadapan puluhan Nahdliyin tersebut, Ust. Fatah menyebutkan tingginya semangat anak-anak muda belajar ilmu agama tanpa memiliki filter konten dakwah. Mereka kebingungan dalam mencari figur guru-guru agama saat ini, rata-rata hanya ikut-ikutan.


"Sehingga sangat mudah sekali mereka terdoktrin dengan pemikiran Islam radikal yang begitu mudahnya mencap kafir bagi umat Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Selamatkan anak-anak kita dengan menunjukkan semangat belajar keagamaan dengan jalan kebenaran ideologi rahmat lil’alamin dan cinta tanah air," ungkapnya.


Dia menilai momentum Safari Ramadhan tahun ini yang diselenggarakan oleh MWC NU Banyuwangi menjadi media penting bagi seluruh stakeholder untuk muhasabah. Begitu pun dalam menjalin komunikasi bersama keluarga dan anak-anak.


"Masih ada waktu kita bangun bersama kekuatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah. Mari kita berikhtiar sesuai dengan kapasitas dan profesi masing-masing. Semua memiliki peranan, sekecil apapun," beber Ust Fatah menutup keterangannya.


Senada hal itu, Wakil Ketua Tanfidziyah Haikal Kafili menyebutkan, NU memiliki peranan terdepan kepada harakah ishlahiyah (gerakan perbaikan). Sebab NU sendiri adalah organisasi perbaikan atau jam'iyah ishlahiyah.


"Kepada seluruhnya pengurus yang hadir kami meminta untuk saling mendukung dan menguatkan. Organisasi ini harus berkolaborasi dan bersinergi secara bersamaan," kata Haikal.


Ia menilai bahwa pertemuan Safari Ramadhan itu adalah salah satu langkah menginformasikan sekaligus sosialisasi program kerja pengurus kepada masyarakat. "Silaturahim kali ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan biasa, namun juga menggali lebih dalam kebutuhan-kebutuhan masyarakat agar diakomodasi secara proporsional oleh pengurus NU," katanya.


Dalam kegiatan tersebut juga diadakan santunan untuk anak yatim dan duafa. Melalui program kebermanfaatan Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) itu pun terpancar wajah-wajah bahagia mereka menyongsong Idul Fitri.


"Kami juga tidak ketinggalan memberikan santunan kepada warga melalui UPZIS Ranting NU setempat," kata Ketua LAZIS MWCNU Kecamatan Banyuwangi, H. Kasiyanto.


Penyetoran hasil Koin Ramadlan kepada Pengurus Cabang LAZISNU Kabupaten Banyuwangi menjadi penghujung kegiatan malam itu. Koin Ramadhan sendiri digagas oleh pengurus cabang sebagai media dalam meningkatkan kepedulian pengurus masing-masing ranting kepada duafa dan anak yatim.


"Alhamdulillah atas kerjasama seluruh ranting NU se-Kecamatan Banyuwangi kita dapat memberikan kontribusi sebesar Rp 6.9 juta. Terima kasih atas seluruh partisipasi pengurus dan stakeholder," ujar Kasiyanto.


Secara akumulatif  (se-Kabupaten Banyuwangi) gerakan Koin Ramadhan masih terkumpul dana sosial sebesar Rp 254,86 juta. Nilai ini akan terus bertambah sampai akhir Ramadhan nanti.


"Masih ada 17 MWCNU yang sudah setor dari 25. Insyaallah gerakan ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang kurang mampu," ujar Ketua PC LAZISNU Banyuwangi, Imron Rosyadi saat dimintai keterangan NU Online.


"Dengan spirit melayani yang belum terlayani dan menjangkau yang belum terjangkau, kita akan terus bergerak memberikan manfaat," sambungnya.


Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh sejumlah delegasi pengurus lembaga MWC NU Banyuwangi dan Banom. Pun turut hadir jajaran Wakil Ketua lainnya serta Sekretaris MWC NU Banyuwangi Hidayaturrahman.


Kontributor:  M. Sholeh Kurniawan
Editor: Aryudi A Razaq

 


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya