Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Inspeksi Kesiapan Relawan, Rais Syuriyah PWNU Jateng: Tak Ada Kata Libur!

Inspeksi Kesiapan Relawan, Rais Syuriyah PWNU Jateng: Tak Ada Kata Libur!
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh saat melakukan inspeksi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Tengah.
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh saat melakukan inspeksi relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Tengah.

Pekalongan, NU Online

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh melakukan inspeksi langsung terhadap relawan NU dalam kesiapannya menghadapi ancaman bencana di musim hujan.


Kiai Ubaid memeriksa personel sekaligus peralatan yang dimiliki relawan, saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Apel Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Jateng, di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Ahad (28/11).


Dalam kesempatan itu, Kiai Ubaid, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa LPBI NU merupakan lembaga yang tidak boleh mengenal kata libur. Menurutnya, saat musim hujan seperti saat ini, harus selalu siap siaga. Saat ada bencana, para relawan LPBINU harus turun melakukan penyelamatan maupun pertolongan.


"Saat tidak muncul ancaman bencana, juga harus melakukan upaya-upaya preventif. Reboisasi, buat biopori, hingga lakukan edukasi kepada masyarakat luas akan pentingnya bersama-sama menjaga bumi ini," ujarnya.


Kiai Ubaid mengakui, peralatan yang dimiliki relawan masih terbatas. Namun dengan keterbatasan, semua tetap bergerak terlibat, saat muncul bencana. "Semua saling bersinergi. Karena tidak mungkin satu lembaga bergerak sendirian," tegasnya.


Kiai Ubaid menambahkan, penanggulangan bencana merupakan sebuah hajat darurat, atau harus yang lebih didahulukan. Karenanya, anggaran-anggaran untuk hal yang darurat ini mestinya didahulukan, bahkan semestinyaa tak terbatas.


"Karena itu, misalnya kita dorong LAZISNU pada masa-masa hujan seperti ini untuk mengatasi masalah anggaran tersebut, atau jadi anggaran prioritas," terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah itu.
 

Dalam kesempatan itu, Kiai Ubaid juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para relawan yang ada. Dia juga berharap, banyak masyarakat lain segera bergabung dengan relawan NU. "Tugas relawan ini sangat mulia. Mari, kita niati untuk memberikan manfaat bagi manusia. Karena menolong sesama ini tak berbeda dengan bermunajat kepada Allah," tuturnya.


Meski demikian, Kiai Ubaid juga meminta para relawan untuk tetap memperhatikan rambu-rambu yang ada. "Niati menolong, bisa menyelamatkan. Namun relawan sendiri juga harus tetap selamat," katanya.


Sementara itu, Ketua LPBINU Jateng Winarti mengatakan, rakor dan apel ini digelar untuk kembali mengajak semua pihak siap siaga menghadapi ancaman bencana di musim hujan. "Selain itu, tentu menjadi ajang untuk terus menyamakan visi dan misi dengan kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah ini," tandasnya.


Editor: Syakir NF



Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya