Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Hari Pahlawan, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari Kembali Dibuka

Hari Pahlawan, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari Kembali Dibuka
Seremonial pembukaan kembali Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari (MINHA), Rabu (10/11/2021). (Foto: istimewa)
Seremonial pembukaan kembali Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari (MINHA), Rabu (10/11/2021). (Foto: istimewa)

Jombang, NU Online
Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2021, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari (MINHA) Tebuireng, Jombang, resmi kembali dibuka, setelah ditutup untuk umum akibat pandemi Covid-19. 


Dibukanya kembali museum tersebut melengkapi dibukanya wisata religi (ziarah) makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga mulai dibuka sejak beberapa hari yang lalu. Adapun jam operasional baik Museum maupun makam masih dibatasi dengan aturan dari Pemkab Jombang.

 

"Pembukaan museum ini masih dibatasi, tidak buka selama tujuh hari penuh, begitu pula untuk yang ingin melakukan ziarah," kata Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz  

 

MINHA, mulai dibangun pada 2014 hingga diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Desember 2018. Bangunan MINHA terdiri dari empat lantai. Tiga lantai untuk ratusan koleksi berupa kitab kuno dan barang-barang pribadi milik pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan satu lantai untuk kantor. 

 

Secara keseluruhan, MINHA menempati luas areal 4,9 hektar. Lahan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Jombang. Dibangun tahun 2014-2017 menghabiskan total anggaran  65 miliar rupiah yang bersumber dari Kemendikbud Ristek.


Bondan Kanumoyoso, Sejarawan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang juga sekaligus kurator MINHA berharap MINHA bisa menjadi tempat pembelajaran tentang sejarah dan budaya Islam. Para pengunjung bisa memahami bahwa Islam yang berkembang dan dianut masyarakat Indonesia adalah yang menjujung tinggi nilai toleransi, menghargai perbedaan, dan unsur utama yang membentuk kesadaran kebangsaan Indonesia.

 

"Saya berharap museum ini menjadi pusat studi Islam Indonesia yang menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan pemikiran yang menjunjung nilai-nilai  Islam yang  rahmatan lil 'alamin," tutur Bondan.


Kontributor: Gentar Prakoso
Editor: Kendi Setiawan


Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya