Nganjuk, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Rejoso mengadakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) di Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jum'at (6/7/2018).
Acara tersebut dibuka oleh ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Nganjuk, Adi Marsono. Ikut hadir serta Muspika Nganjuk, Kapolsek Rejoso, dan Koramil Kecamatan Rejoso. Dalam acara tersebut di ikuti sekitar 183 peserta dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk.
Menurut Adi, tujuan dari pada DTD ini yaitu agar kader memiliki paradigma Ahlussunnah wal Jamaah yang kuat, terampil dan berdaya guna dan memiliki kesadaran bahwa keterlibatannya di dalam organisasi Ansor mampu menjadi agen pembaharu bagi masyarakat di sekitarnya.
"Organisasi Ansor ini adalah bagian dari Nahdlatul Ulama (NU). Dengan pelatihan ini, nanti keluarga besar Ansor ingin membentuk kader militan yang setia pada organisasi NU juga kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ansor menjadi garda terdepan membela NU, para kiai dan NKRI. Jangan tanya cinta kami pada NU, nyawa pun siap kami serahkan," jelasnya.
Lanjut Adi, ia bercita-cita Ansor menjadi gerakan yang punya kemampuan fisik dan intelektual. Kemampuan ini untuk membantu melindungi Indonesia dari kelompok yang ingin merusak NKRI.
"Ansor punya kader jutaan di seluruh Indonesia. Mereka ini organisasi nonmiliter tapi rela mati buat NKRI. Mereka membela NKRI bukan karena gaji, tapi cinta. Makanya Ansor harus dikasih kemampuan khusus seperti bahasa Arab, Inggris dan IT biar kalau ada yang nyerang kiai lewat medsos cukup Ansor saja yang turun tangan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Nganjuk Muhari menambahkan bahwa DTD ini tidak hanya diikuti pria saja namun juga ada wanita. Ini membuktikan bahwa Ansor bisa diterima semua kalangan.
"Ada peserta perempuannya juga, ini semua respon positif untuk kemajuan Ansor ke depan," ungkapnya.
Pria yang biasa dipanggil Sujud ini berharap perkaderan Ansor Nganjuk terus berlanjut dan mencetak kader militan. Hal ini melihat begitu beratnya tugas Ansor ke depan. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)