Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Forsikabanu Helat Reuni Perdana di Ciganjur

Forsikabanu Helat Reuni Perdana di Ciganjur
Jakarta, NU Online
Forum Silaturrahim Ikatan Alumni Banat NU (Forsikabanu) Jabodetabek menghelat reuni perdana alumni madrasah tersebut di Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (11/12). Pertemuan ini digelar dengan tujuan untuk pendirian Pengurus Cabang Forsikabanu di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Menurut Ketua Panitia Washfi Velasufah, Forsikabanu merupakan organisasi berbasis alumni salah satu madrasah di Jawa Tengah, yakni MA Banat NU Kudus. “Di reuni ini kami mulai dengan baca Al-Quran, shalawat Asnawiyah, dibaan dalam rangka peringatan Maulid Nabi. Agenda intinya pemilihan pengurus,” ujarnya.

Perhelatan perdana tersebut, tambah Vela, sapaan diinisiasi para mahasiswa di sejumlah kampus seperti UIN Syarif Hidayatullah dan IIQ Jakarta. Sebagai ketua panitia Vela bersama timnya menyiapkan konsep acara. “Yang paling penting adalah banyaknya peserta. Ini yang jadi tolok ukur keberhasilan acara ini,” tandasnya.

Sebagai shohibut bait, Shofa’ Sariroh merasa bahagia mendapat kepercayaan ketempatan acara reuni. Acara tersebut, kata Shofa’, bermula dari perbincangan di WhatsApp Grup Alumni. Adik-adik kelas minta reuni di rumahnya.

Sementara itu Ketua Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur Arif Rahman Hamid menyatakan senang sekali yayasan yang dipimpinnya menjadi tempat acara reuni MA Banat Kudus. Ia merasa mendapat kehormatan ada organisasi santri yang berkenan memanfaatkan gedung tersebut.

“Para ibu guru yang kami hormati, karena tidak ada bapak gurunya, saya menyambut baik kegiatan ini. Sebab, sejak wafatnya Gus Dur praktis gedung ini tak banyak digunakan. Hanya ada SDIT dan pengajian Al-Quran untuk anak-anak TPQ,” ungkapnya.

Gedung dan tanah Yayasan KH A Wahid Hasyim ini, lanjut Arif, merupakan warisan Hj Sholichah Wahid. “Nenek kami ini memang unik. Beliau yang putri KH Bisri Syansuri, keponakan KH Wahab Hasbullah, istri Mbah Wahid Hasyim, dan ibunya Gus Dur. Jadi, beliau ini perempuan hebat bagi keluarga kami,” terangnya.

Ke depan, Arif Rahman berharap banyak kegiatan para santri bisa dilaksanakan di gedung tersebut. Sebab, dengan banyak agenda dan program nanti bisa menyemarakkan Yayasan KH A Wahid Hasyim yang kini diurus oleh generasi ketiga atau cucu mantan Menteri Agama RI tersebut.

Reuni perdana tersebut diikuti 37 peserta dan 3 pengurus pusat Forsikabanu. Ketiga orang yang juga pengajar di MA Banat NU tersebut adalah Siti Nafisatun, Sholihah, dan Rosyidah. Selaku Ketua Forsikabanu Pusat Siti Nafisatun memimpin pemilihan pengurus cabang Jabodetabek. Forum tersebut menyepakati Isna Ulya Azizah sebagai ketua.

“Dalam waktu dekat, kami akan gelar raker sambil melakukan pendataan. Hingga hari ini yang udah terdata ada 84 orang. Kami juga mengagendakan pelatihan jurnalistik,” pungkas Isna. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×