Ahad, 19 Mei 2013
Language :
Find us on:
Taushiyah 
TAUSHIYAH IDUL FITRI 1433 H
Dari Pasar ke Lebaran
Ahad, 19/08/2012 14:07

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Siapa yang tidak tahu pasar? Hampir semua orang dengan pelbagai latar belakang mengerti pasar. Pasar diidentikkan dengan keramaian. Dalam keramaian itu, mereka bisa mendapatkan segala kebutuhan yang tersedia di pasar.

Kalau ditilik lebih dalam, bulan Ramadhan bisa dianalogikan sebagai pasar. Ramadhan menyediakan ramai bentuk anugerah dan keutamaan. Allah melipatgandakan segala rupa amal kebaikan sekecil apapun. Manusia harus memanfaatkan kesempatan sebulan yang singkat sebulan itu untuk meraih sebanyak mungkin anugerah dan kebaikan di dalamnya.

Pertanyaannya kemudian, “Apa yang sudah kita dapat dalam keramaian Ramadhan kali ini? Kalau bulan Ramadhan ramai seperti pasar, berapa banyak yang kita dapat saat keramaian Ramadhan berakhir dengan lebaran?”

Menjadi sebuah kekonyolan yang tidak perlu kalau seseorang hanya mendapat lapar dan tidur di keramaian pasar Ramadhan. Alangkah ruginya orang bertangan hampa saat pasar sudah ditutup. Sementara pada giliran yang sama, orang lain meninggalkan pasar dengan aneka bawaan yang mereka upayakan.

Untuk sekadar bisa tidur dan lapar, seseorang bisa melakukannya di luar Ramadhan. Sebelas bulan waktu yang cukup untuk sekadar lapar dan tidur. Dengan kata lain, seseorang bisa tidur dan lapar dimana saja tanpa harus masuk pasar.

Karenanya, penting untuk seseorang mengadakan penilaian-penilaian. Penilaian ini akan menjadi sangat berguna untuk menyiasati keramaian bulan Ramadhan mendatang. Setidaknya, penilaian ini menjadi kunci agar ia tidak hanya mendapat tidur dan lapar belaka di tengah kemurahan Allah yang melimpah.

Rumusannya cukup sederhana. Kebaikan yang sudah kita lakukan, dipertahankan. Sementara segala amal budi yang belum bisa dilakukan, mesti dicoba dan diupayakan. Dan perilaku yang belum baik, mesti diperbaiki ke depannya.


Rais Aam PBNU
KH MA Sahal Mahfuz 

Komentar(5 komentar)
Ahad, 02/09/2012 19:26
Nama: Ali Mujahidin
Luar biasa
Betapa indah tutur kalimah yang pak kyai sampaikan, semoga menjadi pendorong kaum muslim, amin
Jumat, 31/08/2012 10:36
Nama: Alik Ist
subhanallah
singkat padat penuh refleksi untuk kita semua
Sabtu, 25/08/2012 02:17
Nama: Fauziah badrus
meraih belanja
trimakasih pak kyai... moga kita selalu ingat betapa ramainya pasr bulan romadlon yg penuh dg obral, dan sekarang bisa tambah baik serta romadlon depan bisa meningkat, amin x99
Rabu, 22/08/2012 19:58
Nama: HM Munir Q
mohon di tambah
nasihat singkat padat,mudah dicerna,mohon kiranya nu online sering sowan kepada beliau untuk menambah dawuhe bagi kita-kita yang sangat haus nasihat bijak dari penjenengane Mbah Yai Sahal,minimal sebulan sekali dimuat dihalaman utama,matur nuwun
Rabu, 22/08/2012 10:08
Nama: Sumardiyono
Terima kasih
Inggih kyai , matur suwun
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. >>>