Kamis, 23 Mei 2013
Language :
Find us on:
Taushiyah 
REKONSILIASI NASIONAL
Membangun Kembali Indonesia
Rabu, 15/08/2012 17:43

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Dalam upaya bangkit dari krisis nasional yang berkepanjangan, diperlukan langkah untuk membangun kembali Indonesia dengan berpegang teguh kepada prinsip persatuan, kemanusiaan dan keadilan yang dilandasi oleh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Langkah ini memerlukan adanya konsensus baru yang melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa kecuali, agar tercipta Indonesia yang benar-benar mengejawantahkan semangat Bhineka Tunggal Ika yang menjadi watak dasar bangsa ini. 

Dalam kenyataannya, bangsa ini belum bisa sepenuhnya melakukan dialog yang melibatkan semua pihak secara menyeluruh akibat adanya warisan sejarah masa lalu yang pahit, yaitu terjadinya ketegangan, bahkan konflik antara kelompok komunis dengan segenap pendukungnya dengan kelompok non komunis, yang terjadi sejak tahun 1948 hingga tahun 1965.

Konflik tersebut menelan banyak korban nyawa dan harta dari kedua belah pihak. Hingg saat ini ketegangan tersebut masih belum terselesaikan dengan baik, sehingga mengakibatkan terjadi friksi bahkan masih memunculkan kecurigaan yang berkepanjangan. 

Untuk mengatasi ketegangan dan warisan konflik masa lalu itu, maka sekarang ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan silaturahmi antara semua pihak untuk melakukan dialog terbuka, untuk membangun kembali fase baru kehidupan berbangsa.

Dengan adanya dialog terbuka ini, diharapkan kedua pihak saling memahami posisi masing-masing, sehingga bisa saling memaafkan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan sebagai langkah penting untuk melakukan rekonsiliasi.

Dengan adanya rekonsiliasi ini, diharapkan bisa diciptakan konsensus nasional baru guna membangun kembali Indonesia yang bersatu, utuh, dan berkeadilan berlandaskan semangat Proklamasi, Pancasila, dan UUD1945.

Hanya dengan adanya kerjasama semua pihak itulah, martabat dan kedaulatan Indonesia bisa ditegakkan kembali. Keadilan dan kemakmuran bisa diwujudkan, sehingga bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa lain, bahkan bisa menjadi pelopor dan motivator bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Jakarta, 14 Agustus 2012

Komentar(3 komentar)
Kamis, 30/08/2012 11:50
Nama: Abi S Nugroho
Tanggapan untuk SIHU
Caranya, altruisme bagi kepentingan yang lebih besar. Rela mengorbankan diri demi kemaslahatan bersama. Kurang jelas lagi caranya? Bersihkan halaman depan rumah Saudara yang sering dilewati banyak orang, bagian dari itu.
Jumat, 24/08/2012 08:52
Nama: SIHU
TANYA
Bagaimana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan umat, mendahulukan kepentingan bangsa dari kepentingan pribadi dan golongan?
Rabu, 22/08/2012 05:40
Nama: SIHU
tanya
bagaimana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>