Berita Terkait
Tags:
300 x 80 Pixel
Seorang laki-laki paruh baya, suatu ketika lewat di depan sebuah masjid. Kebetulan di dalam masjid, sedang dilangsungkan tabligh akbar. Seorang Ustad muda, nampak berada di atas mimbar. Dengan menggebu-gebu, Ia menyampaikan banyak hal, salah satunya tentang tema karomah.
”Banyak cerita, para kekasih Allah yang lantaran karomahnya, wali tadi bisa berjalan mengambang diatas air, ada juga yang bisa terbang ke awang-awang, nglempit bumi juga bisa, merekalah orang-orang hebat” tandas Ustadz muda.
Hadirin tampak terpaku mendengar setiap keterangan sang Ustadz. Mereka tak beranjak dari tempat duduknya hingga acara tabligh usai.
Dan setelah sekian menit berlalu, acara di masjid itupun ditutup. Sebelum mengucap salam, Ustadz muda berdoa dan hadirin pun mengamini.
Satu persatu hadirin pun mulai meninggalkan masjid. Berbeda dengan lelaki paruh baya yang sejak tadi berada di teras masjid. Ia bermaksud menunggu keluarnnya Ustad muda untuk sekedar mengajak berbicara.
Usai disalami oleh beberapa hadirin, Ustad muda pun bergegas untuk keluar dari masjid untuk pulang. Tapi tanpa dinyana, baru sampai di teras masjid, langkahnya tertahan oleh sapaan salam.
”Assalamu’alaikum Ustadz”
”Wa’alaikumussalam, masyaallah Kiai,” ustad muda terkejut. Ia tak menyangka Kiainya di pesantren bisa berada di tempat itu. Ia segera menyalami gurunya.
“Nak, nak,…. seorang yang bisa terbang itu biasa, wong burung saja bisa terbang. Seorang yang bisa berjalan diatas air itu biasa, karena ikan pun bisa melakukannya, bahkan menyelam di air pun ikan bisa. Apalagi seorang bisa nglempit bumi, itu tidaklah hebat, setan musuh orang beriman itu secepat kilat bisa melakukannya,” Sang Kiai langsung berbicara.
Ustad muda, yang ternyata santri pak Kiai ini pun segera mafhum dengan maksud pembicaraan Kiainya. Ia menunduk sadar telah melakukan kesalahan saat berbicara di atas podium tadi.
”Orang hebat di zaman ini, bukanlah orang yang bisa melakukan berbagai hal-hal diluar nalar kebiasaan, tapi orang yang saat memiliki atau bahkan berkelebihan harta, ketika harta itu raib dan hilang tanpa jejak, hatinya tak sedikit pun peduli, dan bahkan berkata “Alhamdulillah”, orang-orang inilah yang layak disandangi orang hebat karena mereka memiliki sifat zuhud,” jelas Pak Kiai. (In’am Al-Fajar).
alhamdulillah
alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah, yang telah memberikan pencerahan lewat tulisan tersebut, bahwa zuhud adalah akhlak mulia yang saat ini nampaknya semakin langka, tidak terkecuali dikalangan penggiat syiar agama, wallahu a'lam
cermin hidup
memang bnyk ust2 yang baru muncul yang membawa paham yang berbeda dengan tradisi NU saat ini
Bener buanget...
Ingatlah,Harta dalam genggaman kita belum tentu milik kita.harta atau rezeki yang jadi milik kita adalah apa yang telah kita makan dan harta yang telah kita belanjakan dijalan Allah.
alhamdulillah
itulah ilmu yang bermanfaat seorang yang mencari ilmu
Alhamdulillah
Alhamdulillah diingatkan Jaman telah berbeda, cinta dunia tak perlu dibesar-besarkan, yang lebih penting bagaimana kita amalkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan nyata. Salah satunya sikap ZUHUD (gk mencintai dunia, dunia sebagai jalan tuk beribadah yang lebih BAIK.)
Takhadus Bi Nikmah
Ya Robbi Subhanalloh... Sungguh Merupakan Inspirasi yang Baik... Terima Kasih Atas Pencerahan - Pencerahan ini, Kami Tunggu Inspirasi Berikutnya.
Zuhud masa kini
Sulit deh mendapatkan orang yang zuhud di zaman ini ? Tapi kita mulai dari diri kita untuk belajar dari orang-orang yang zuhud dalam berbagai aspek kehidupan
SUBHANALLLAH
SUBHANALLLAH........
Subhanallah
Subhannallah
P
SUBHANALLAH....
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel






Print
Download
Send






Pref

