Berita Terkait
Tags:
300 x 80 Pixel
Pantura di Akhir Malam
Ketika serat-serat jiwa yang terburai mulai terhimpun
Berjuta ranting sedia menjadi batang-batang pena
Bibir pantai tersenyum, sembari hantarkan air samudra merupa tinta
Sudah lama bidadari-bidadari kahyangan membawa pandan surgawi
Mereka sembari gemulai menari
Tetes embun telah obati daun, ranting, dahan, akar, serta jerami
Seranga malam pun menyanyikan syair-syair pamungkas melepas malam
Lidah-lidah cakrawala mulai bergeliat menjilat terangi buana
Rembulan pun mulai enggan malu merias diri
Terlihat “soraya” masih gagah bertahta di singgasana
Lembar-lembar kanvas esok pun terlentang pasrah
Lamat-lamat kanvas berbisik: terserah kau rupa apa yang kau buat
Lantas ia menjerit: “disini kau telah berada di ujung waktu dan Tapal batas”
Indramayu-Tol Cikampek, 14 November 2011
Sang Penari
Liuk-meliuk…
Gemulai lemah melambai..
Kadang hentak-menghentak rancak…
Raba-meraba…
Selisip-menyelisip…
Susup menyelusup…
Tekan-meremas halus…
Detak mengetuk….
Denyut-berdenyut….
Rasa itu begitu rupa menyatu dalam dada
Leleh-meleh…
Derap menegap…
Lirik-melirik…
senyum ulas diulas bibir merekah…
mata terpancar binar bercahya…
Mengiring irama…
Itu bukan bisikan birahi
Namun hanya murni sebuah panggilan hati
Ciputat, 7 Oktober 2011
Sugeng "Bagaskoro" Sugiarto, Penyair, tinggal di Indramayu, Jawa Barat.
Apresiasi seni
Bagus... sedikit koreksi untuk penjabarannya kalo bs lbh sepesifik lg... terutama kupu2 malamnya di pertegas gk perlu sembunggi dibalik selimut apalagi hanya di balik kanvas lukisan hati tuh....hehehehe Selamat yaa....
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel






Print
Download
Send






Pref

